Guru di Depok Diminta Waspadai Proxy War

Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad meminta para guru di Kota Depok harus siap dan waspada dalam menghadapi segala bentuk proxy war.

Guru di Depok Diminta Waspadai Proxy War
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad memimpin upacara hari guru di bAlai Kota Depok, Jumat (25/11/2016). 

WARTA KOTA, DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Shomad meminta para guru di Kota Depok harus siap dan waspada dalam menghadapi segala bentuk proxy war atau perang tanpa bentuk dari berbagai pihak yang kini sepertinya mulai marak dan berpotensi menghancurkan bangsa.

Ia juga berharap setiap guru mampu membekali setiap siswanya untuk tidak terpuruk dan kalah dalam proxy war ini.

Proxy war adalah perang tanpa bentuk dan tanpa senjata namun melalui pihak ketiga dengan intervensi lewat berbagai bidang.

Proxy war dilakukan bisa dalam bentuk-bentuk yang sifatnya intelektual dan pemikiran.

Mengenai proxy war ini, Panglima TNI Jenderal Gator Nurmantyo di berbagai kesempatan dalam kuliah umum di sejumlah perguruan tinggi, sempat menyatakan bahwa kaum terdidik di Indonesia harus mewaspadai perang jenis ini yang dapat menghancurkan generasi bangsa.

Karena itulah, Idris juga mengajak semua guru di Depok peka dan paham melihat proxy war.

"Sebagai guru, harus mampu memberikan perhatian secara fokus dan konsentrasi terhadap Proxy war ini. Jangan sampai generasi penerus kita terlibat dan terpuruk karena Proxy war ini," kata Idris saat menjadi Inspektur Upacara Hari Guru Nasional dan HUT Ke-71 PGRI Tingkat Kota Depok Tahun 2016 di Lapangan Balai Kota Depok, Jumat (25/11/2016).

Proxy war, kata Idris merupakan konfontrasi dua kekuatan besar dengan alasan mengurangi resiko konflik langsung dimana mengakibatkan kehancuran fatal.

"Saat ini perang terhadap bangsa tidak lagi dengan kekuatan militer tetapi melalui beragam sendi kehidupan yang dikenal dengan istilah Proxy war," katanya.

Ia memaparkan indikasi proxy war bisa dilihat antara lain dengan peredaran narkoba, LGBT, separatis, demo anarkis, media provokatif, seks bebas, rekayasa tawuran pelajar, dan lain sebagainya.

"Guru mesti mampu melihat ini dan mengajarkan siswanya untuk tidak terjebak dalam bentuk-bentuk yang bisa jadi adalah proxy war," katanya.

Dalam kesempatan itu, Idris mengucapkan terima kasih atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, serta tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan generasi mudi di Depok khususnya dan generasi bangsa secara umum.

'Selamat Hari Guru. Ini harinya orang-orang mulia yang menyiapkan generasi masa depan yang lebih cemerlang. Jadilah guru berkemajuan. Ayo hormati guru," kata Idris.

Idris juga memberikan lima kunci keberhasilan setiap guru. Yakni komitmen dalam peran profesi guru, berintegritas dalam mengemban amanah sebagai guru, mengedepankan keteladanan dalam sikap dan prilaku, solidritas dalam persahabatan teman sejawat, serta kebersamaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved