Reportase Eksklusif
Pengemudi Bemo Berharap Ada Perhatian Dari Pemerintah pada Alat Transportasi Roda Tiga ini
Saat ini diperkirakan ada 60 bemo yang beroperasi dikawasan Benhil, hal ini cenderung menurun dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.
WARTA KOTA, BENDUNGANHILIR - Keberadan alat transportasi roda tiga dengan mengunakan stir yang biasa orang kenal Bemo saat ini hampir dibilang punah.
Pasalnya alat transportasi roda tiga selain bajaj ini, hanya dapat dijumpai dikawasan tertentu saja, salah satunya di kawasan Benhil.
Hairul (58) salah satu pengemudi bemo mengatakan bahwa era moderensasi mempengaruhi transportasi yang terkenal tahun 80an ini. Banyaknya alat transportasi yang berkembang seperti halnya Bajaj BBG, Transjakarta, serta saat ini yang sedang ngetren ojek online, membuat dirinya merasa akan kehilangan pekerjaan yang sudah lama digelutinya.
"Secara umur memang kami hanya bisa mengandalkan bemo ini untuk mencari nafkah sehari-hari, mau tidak mau ya kami harus bertahan," katanya kepada Warta Kota, Kamis (24/11/2016).
Para pengemudi bemo ini bertekat untuk tetap bertahan mengemudikan bemo dan engan beralih ke alat transportasi lain dikarenakan faktor usia yang sudah rentan, selain itu faktor pendidikan juga memoengaruhi mereka, kebanyakan dari mereka hanyalah tamatan SD.
"Selain kami ini sudah lanjut usia, saya rasa sudah susah untuk mencari pekerjaan lain, jadi kami hanya bisa mengandalkan pekerjaan ini," tandas pria yang sudah 36 tahun sebagai pengemudi bemo.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Sugiman (66) salah satu pengemudi bemo dikawasan benhil, ia mengatakan bahwa dahulu sempat ada pengantian bemo baru, namun bentuknya bukan seperti bemo melaikan seperti mobil namun dalam ukuran kecil dengan kapasitas dua orang saja.
"Waktu itu saya denger dari teman saya, memang ada pegantian bemo, bentuknya seperti mobil beroda empat tapi kapasitasnya hanya dua orang, namun banyak pengemudi yang tidak mau, lantaran kapasitas angkut hanya muat dua orang saja," katanya.
Kapasitas angkut bemo bisa menyacapai tujuh orang, enam orang didalam dan satu orang disamping kemudi.
Sugiman atau pria yang akrab disapa sentot oleh sesama rekan seprofesinya, mengatakan bahwa jika pemerintah ingin menganti atau menyediakan bemo baru harus sesuai, tidak membebankan pengemudi bemo.
"Boleh saja kalo diganti, tapi ya pengantinya harus pas, deponya pun juga harus ringan, biar pemilik bemo tidak terbebani," katanya.
Walaupun saat ini bemo kian tersingkirkan ternyata angkutan roda tiga ini masih menjadi andalan warga disekitar kawasan benhil, hal ini terlihat bemo-bemo yang lalu lalang melintas selalu terisi penumpang.
Ratih (26) salah satu penumpang mengatakan, ia mengunakan bemo lantaran memang tujuanya dekat serta tarif bemo murah.
"Jika saya naik angkot bisa aja cuma jika naik bemo mereka tidak harus ngetem lama, tapi memang saya lebih sering naik bemo sih mas," kata karyawan salah satu gedung di Benhil ini.
"Ia juga berharap bemo bisa dilestarikan, supaya kendaraan ini tidak hilang, ini salah satu kendaraan klasik loh, coba di bikin bagus aja, trus ditempatkan ditempat wisata, saya yakin bisa meningkatkan pariwisata indonesia," tutupnya.
Para pengemudi bemo ini berharap ada perhatian pemerintah, agar bemo ini tidak tergerus jaman.
Saat ini diperkirakan ada 60 bemo yang beroperasi dikawasan Benhil, hal ini cenderung menurun dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. (Joko Supriyanto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161124-bemo_20161124_182449.jpg)