Dijadikan sebagai Tersangka, Buni Yani Merasa Dikriminalisasi, Ajukan Praperadilan

Pasalnya, penetapan dirinya sebagai tersangka berbeda dengan cara penyidik di Bareskrim Polri terhadap Basuki Tjahaja Purnama.

Dijadikan sebagai Tersangka, Buni Yani Merasa Dikriminalisasi, Ajukan Praperadilan
Warta Kota/Bintang Pradewo
Buni Yani tiba di Gedung Reskrimsus Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.20 WIB dengan didampingi sejumlah tim pengacaranya. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Buni Yani, tersangka kasus penyebaran informasi yang menimbulkan permusuhan terhadap perorangan maupun kelompok menggunakan SARA merasa dikriminalisasi oleh Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

Pasalnya, penetapan dirinya sebagai tersangka berbeda dengan cara penyidik di Bareskrim Polri terhadap Gubernur DKI non aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Saya merasa ini kriminalisasi. Jadi ditarik tarik terus kepolitik padahal saya bukan orang politik, saya dosen biasa seperti kawab kawan dan saya juga profesional gitu. Saya dulu wartawan dulu dan dosen," kata Buni Yani di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (24/11).

Menurut dosen London School Public Realitions itu, penetapan tersangka tanpa adanya gelar perkara.

Hal ini yang membuatnya kecewa kepada penyidik Subdit Cyber Crime Krimsus Polda Metro Jaya.

"Kalau dalam kasusnya saya, bahkan BAP-nya baru keluar aja, saya langsung keluar surat penangkapan dan ditetapkan sebagai tersangka. Itu saya merasa sebagai warga negara yang selalu koperatif itu tidak fair sama sekali. Makanya saya bilang ini harus sama. Anda kawan kawan wartawan berhak mendapatkan keadilan, saya juga sama," kata Buni Yani di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2016).

Kekecawaan dia sangat memuncak kepada kepolisian. Karena segala penetapan tersangka harus ada substansinya. Seperti prosedur yang harus dilakukan oleh penyidik.

"Tapi mungki mereka punya pertimbangan berbeda yah. Tapi kami menghargai itu. Mudah-mudahan keadilan dapat ditegakkan karena semua warga negara berhak mendapatkan keadilan yang sama. Saya sebagai warga negara harus sama derajat dan kedudukan dengan warga negara yang lain, pejabat. Jadi itu yang sebetulnya kami kritisi," ucap dia.

Akan Praperadilan

Sementara itu kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian tidak mau berbicara banyak perihal kasus tersebut. Yang terpenting kliennya bisa istirahat dan pulang."Kawan-kawan masih lelah belum tertidur, hanya istirahat beberapa jam saja jadi kami akan melakukan konpers dengan rekan rekan media," ucapnyam

Halaman
123
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved