Pedagang Parcel Dilarang Berjualan Di Jalan Pengangsahan Timur

Sebanyak 30 personil dari Satuan Satpol PP dan petugas PPSU akan diterjunkan memantau para pedagang parcel.

Pedagang Parcel Dilarang Berjualan Di Jalan Pengangsahan Timur
Warta Kota/Joko Supriyanto
Pedagang parcel Cikini yang berada di Jalan Pengasahan Timur tepatnya di area Pasar Kembang Cikini, saat ini, nampak lengang, Rabu (23/11/2016). 

WARTA KOTA, MENTENG -- Sebanyak 30 personil dari Satuan Satpol PP dan petugas PPSU akan diterjunkan memantau para pedagang parcel, yang akan menempati Pasar Kembang Cikini.

Sebelumnya para pedagang ini sudah diberikan tempat untuk mengelar dagangnnya di Jalan Penataran, Menteng, Jakarta Pusat, namun karena jarak yang jauh, serta icon Parsel memang berada dikawasan Cikini, pedagang pun enggan untuk direlokasi.

Camat Menteng, Dedi Arif Darsono mengatakan, ada sekitar 30 pedagang yang nanti akan berjualan di Pasar Kembang Cikini, mereka akan mulai berjualan pada tanggal 27 November 2016 ini, jumlah ini tergolong sedikit dari pada hari raya Lebaran, jika hari raya lebaran bisa dua kali lipat.

"Sesuai dengan kesepakatan mereka nantinya akan berjualan di Pasar Kembang Cikini, namun jika nantinya mereka kedapatan mengelar lapaknya diluar dari kesepakatan mereka, maka kami akan tertipkan, kami akan sita barang dagangannya, karena apa, hal ini sudah jadi kesepakatan mereka, jika melanggar berarti mereka melanggar kesepakatannya," katanya kepada Warta Kota, Rabu (23/11/2016).

Dahulu memang kawasan cikini banyak pedagang parcel yang berjualan di sana, tepatnya dibawah kolong Stasiun Cikini dan beberapa Sisi jalan sekitaran Stasiun Cikini, namun sebagian pedagang sudah direlokasi ke Cikini Grosir Center (CGC).

Mereka saat ini menepati toko-toko yang berada di lantai empat CGC.

Namun, Dedi menghimbau jika ada pedagang yang nekat menjual dagangnya di sepanjang Jalan Pengangsahan Timur maka akan ditertipkan petugas, ia berharap, pedagang bisa berkomitmen dengan apa yang ia minta.

"Saya sebenarnya memang nggak setuju pedagang gelar lapak di atas trotoar, karena kan Perda-nya (Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum-red) sudah ada," katanya.

"Sebenarnya mereka yang berdagang itu warga sekitar, mereka memanfaatkan moment ini, jadi ini sebenarnya bagus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, walau memang hanya satu bulan kedapan," lanjutnya.

Nantinya, mereka juga akan dilakukan pemeriksan oleh BPOM untuk memeriksa kondisi parcelnya, apakah kedapatan menjual parsel kadaluarsa.

Pantauan Warta Kota, diarea Pasar Kembang masih nampak lengang dari pedagang parcel musiman, hanya terlihat beberapa toko yang menjual parcel dipasar kembang sendiri.

Sedangkan di Jalan Penataran, Menteng, Jakarta Pusat juga tidak terlihat pedagang parcel disana, hanya beberapa PKL makanan, minuman serta ada beberapa pedagang bunga disana, dengan beratapkan tenda warna hijau.

Diperkirakan penjual parcel musiman ini akan membuka lapaknya pada minggu depan ini, sekitar 30an pedagang yang nantinya akan berjualan di Pasar Kembang Cikini.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved