Kamis, 16 April 2026

Reportase Eksklusif

Bangunan Puskes Manggarai Selatan yang Terbilang Tidak Nyaman

Pusat Kesehatan atau yang sering disebut Puskes merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah daerah di setiap kelurahan.

Nurfitri Aprilia
Mengenai tempat yang nyaman, hal ini tidak ditemui dari puskes kelurahan Manggarai Selatan, puskes yang berada di bangunan ber type 48 ini bisa dibilang jauh dari kata nyaman. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Pusat Kesehatan atau yang sering disebut Puskes merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah daerah di setiap kelurahan dan kecamatan. Puskes sendiri memiliki banyak fungsi selain menjadi tempat pemeriksaan kesehatan bagi warga sekitar, Salah satunya juga menjadi tempat penyuluhan.

Namun layaknya pusat kesehatan adalah kenyamanan bagi pasien dari segi pelayanan ataupun tempat itu sendiri. Mengenai tempat yang nyaman, hal ini tidak ditemui dari puskes kelurahan Manggarai Selatan, puskes yang berada di bangunan ber type 48 ini bisa dibilang jauh dari kata nyaman. Pasalnya, bangunan puskes ini adalah rumah singgah yang sudah disewa selama 2 tahun belakangan oleh pengelola puskes itu sendiri.

Menurut Sutriyem (53) salah satu pengelola yang juga bekerja sebagai perawat di puskes yang beralamat di Jl. Rambutan No.34 Rt 03/07, Manggarai Selatan, Jakarta Selatan ini, Gedung milik puskes sebenarnya berada tepat disebelah bangunan Kelurahan Manggarai Selatan, namun 2 tahun terakhir bangunan tidak difungsikan karena dimaksudkan untuk di renovasi, meski begitu wanita yang akrab disapa Tri ini mengaku bangunan belum ada tanda-tanda akan direnovasi.

"Saya sih belum ada dua tahun disini, tapi yang saya tahu memang bangunan sebenarnya bukan yang ini, tapi disana itu, hanya saja dua tahun ini kita ngontrak di bangunan ini mba, yah memang kalau dibanding yang lain ini jauh sekali ya mba, tapi kan harus tetap bersyukur lah," tuturnya.

Keadaan puskes manggarai selatan sendiri cukup terlihat memprihatinkan, bangunan ini hanya terdiri dari 4 ruang kamar yang dialihfungsikan menjadi ruang pemeriksaan poli umum, ruang pemeriksaan kia dan kb, apotek, dan gudang. Sedangkan tempat pendaftaran pasien berada di ruang paling depan yang luasnya tidak lebih dari 4 x 4 meter, untuk ruang tunggu pasien disediakan dihalaman teras depan menyatu dengan parkiran serta didalam yang cukup sempit dan sumpek.

Menurut Tri, keadaan bangunan kadang mengundang keluhan dari pasien terlebih kalau ada pasien yang cukup parah seperti sesak nafas atau semacamnya, karena keadaan bangunan yang kecil dan tidak terdapatnya tempat keluar masuk udara seperti ventilasi dibagian ruang tunggu pasien. 

"kalau keluhan ya ada mba dari pasien biasanya, kaya didalem situ kan panas dan sumpek sekali ya kalau lagi rame, kita kan gaada AC sama ventilasi udara tuh didalem, jadinya sumpek banget deh kalo emang lagi banyak pasien," tutur perawat ini.

Seperti saat ditemui di puskes Manggarai selatan ini, ibu yang mengaku pasien puskes turut menyampaikan keluhannya, menurut ibu yang tidak ingin disebutkan namanya ini keadaan puskes kadang membuat pasien malas untuk melakukan pengobatan.

"jujur ya mbak kadang kita males juga gitu kalau mau berobat, soalnya kan gini tempatnya ya sumpek kadang malah bikin pusing kalo lagi antri gitu, tapi ya namanya cuma ini di kelurahan ini udah gitu pelayanannya sih baik sekali petugasnya ramah, jadi ya kita tetep berobat, tapi kadang kalo gak perlu-perlu banget berobat ya kita ga berobat inget sumpeknya tempat nunggu kalo rame," tutur ibu yang berdomisili di kelurahan Manggarai Selatan ini.

Sedangkan para petugas puskes sendiri, menurut wanita kelahiran Banyumas ini tidak lagi ada yang mengeluhkan keadaan bangunan, pasalnya sebelum ini para pengelola puskes seringkali menanyakan kepastian bangunan yang tidak kunjung rampung namun belum ada jawaban yang pasti. Selain itu, menurutnya para petugas sudah terbiasa dengan keadaan tempat kerja yang tidak memungkinkan, karena sejak awal pekerja medis terlatih bekerja ditempat-tempat yang tertimpa musibah.

Saat ditanya mengenai penanggung jawab bangunan puskes sebelumnya, wanita yang bekerja sejak Februari 2016 ini mengaku tidak tahu pasti, hanya saja segala sesuatu di puskes ini dinaungi oleh puskes kecamatan Tebet.

Dalam keadaan bangunan yang kurang layak ini, para petugas puskes yang berjumlah 11 orang ini rupanya tidak banyak mengambil pusing, terlihat dari antusias para pekerja yang bersemangat menyambut dan melayani pasien sedari pagi. Jam operasional puskes sendiri dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 16.00 wib, dengan total pasien perharinya mencapai angka 90 pasien, menurut Tri.

Selain menerima pasien dibangunan puskes tersebut, kegiatan puskes manggarai selatan juga terbilang cukup padat, menurut salah satu perawat ini kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulannya ada KPLDH atau ketuk pintu layani dengan hati, Edukasi gizi, Penyuluhan di tiap-tiap RW, PIN, dan Posyandu yang bermitra dengan kelurahan dan RW. 

"Kegiatan kita banyak mbak, kadang suka hampir ga ke handle, tapi ya harus kan karna sudah program kerjanya, kalau sekarang sih lumayan nih lagi ada bantuan dari dokter insip ada 8 orang, jadi kebantu banget kita," terangnya.

Dikatakan oleh Tri, meski bangunan puskes Manggarai Selatan ini jauh dari puskes lain, namun sistem yang digunakan oleh puskes ini sudah menggunakan sistem online seperti puskes lainnya, sehingga para pasien dapat terbantu juga dengan sistem yang baru ini.  (Nurfitri Aprilia)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved