Breaking News:

Waduk Pluit Diturap, Ini Harapan Para Warga

Sejumlah warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Penjaringan berharap Waduk Pluit dapat menampung air hujan cukup banyak dan tidak meluap ke pemukiman

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Waduk Pluit, di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, masih dalam tahap proses diturap, Minggu (20/11). 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Hingga kini, proyek penurapan wadah penampungan air hujan yaitu Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, masih dalam tahap proses turap, Minggu (20/11) siang.

Sejumlah warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Penjaringan berharap, Waduk Pluit dapat menampung air hujan cukup banyak, dan tidak meluap ke pemukiman warga.

Terpantau dua alat berat, yakni crane ketika itu masih beroperasi menancapkan batang beton di dekat sisi Barat Waduk Pluit, tepatnya belakang Polsek Penjaringan.

Di lokasi, dua alat crane itu tengah dioperasikan oleh beberapa pekerja pada proyek penurapan tersebut.

Tak hanya itu, terhitung sekitar satu kilometer, batang beton telah terpasang di sepanjang bibir Waduk Pluit yang luasnya mencapai 80 hektare lebih itu.

Para pekerja proyek yang lainnya juga terlihat tengah menghancurkan di bagian ujung batang beton yang telah tertancap.

Ketika diwawancarai salah satu pekerja proyek di lokasi itu, Aman (33) mengatakan proyek itu sudah berjalan selama dua bulan lebih.

Artinya, sekitar 20 persen bibir Waduk Pluit itu diturap.

"Ya ini batang betonnya setiap malam kan suka berdatangan terus. Mau enggak mau ya dikebut mas. Setidaknya kan antisipasi agar air yang di Waduk Pluit ini tidak meluber jikalau penuh ya. Selama musim penghujan sudah masuk, sampai saat ini Waduk Pluit amat dan tidak hambatkan proyek penurapan ini. Pengerjaannya ini, pasti dikebut," katanya.

Sementara itu salah seorang warga yang tinggal di sekitaran Waduk Pluit, Johan (40), mengakui proyek penurapan Waduk Pluit dikatakan tidak ada hambatan.

Dua bulan lebih lamanya proyek itu berjalan, diharapkan Waduk Pluit lebih baik dipandang dibanding sebelumnya.

"Kalau dilihat proyeknya berjalan dengan baik dan tak ada hambatan sih ya. Hanya saja, kalau bisa Waduk ini nantinya dipercantik lagi, malah sampah-sampahnya tak lagi ada. Kondisinya si Waduk Pluit ini masalahnya di bau busuk yang menyengat ini. Baik itu malam hari, hingga ke malamnya lagi, itu baunya ampun menusuk di hidung. Kalau bisa ya, selain ditata pinggiran di Waduk Pluit-nya, pemerintah juga bisa untuk di atasi deh bau busuknya. Setiap pagi ada saja ya sampah-sampah di Waduk Pluit," paparnya di dekat Waduk Pluit Sisi Timur.

Warga lainnya, Hanimah (35), seorang pegawai yang bekerja di salah satu gedung bertingkat di dekat Waduk Pluit sisi Barat mengatakan, akan lebih baik proyek penurapan Waduk Pluit untuk dipercepat.

Selain dipercepat, ia juga berharap, jika proyek turap tersebut dapat merapihkan sisi bibir Waduk Pluit.

"Bagus diturap setidaknya pasti agar air yang di Waduk Pluit, diantisipasi biar tidak meluap ya. Walaupun memang, belum pernah kejadian sih air di Waduk Pluit meluap dan meluber ke jalan atau ke pemukiman warga. Diharapkan, proyek ini bisa memperindah dari bagian pinggirannya Waduk Pluit itu sendiri," katanya. (BAS)

Penulis:
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved