Utang Indonesia Naik 7,8 Persen, Sri Mulyani Tak Khawatir
Menteri Keuangan Sri Mulyani tak mengkhawatirkan kondisi ekonomi dalam negeri, meski jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 7,8 persen.
WARTA KOTA, PALMERAH - Menteri Keuangan Sri Mulyani tak mengkhawatirkan kondisi ekonomi dalam negeri, meski jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 7,8 persen (yoy) menjadi 325,3 miliar dolar AS.
"Kalau dilihat dari nominalnya, barangkali kita akan khawatir apa benar bisa (bayar)? Jumlah utang kita Rp 3.400 triliun, kalau dengan ukuran ekonomi kita sekitar Rp 12.600 triliun, maka secara persentase sekitar 27 persen," tutur Sri Mulyani di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).
Jumlah ULN Indonesia, menurut Sri Mulyani masih terbilang sedikit dibandingkan Amerika Serikat yang memiliki utang sekitar 70 persen dari ukuran ekonominya, atau produk domestik bruto (PDB) sebesar 18 ribu miliar dolar AS. Dengan kata lain, satu kepala orang AS punya utang 50 kali dari setiap satu orang Indonesia.
Sedangkan Jepang memiliki utang pemerintahan sekitar 200 persen dari PDB-nya, mencapai 4.000 miliar dolar AS.
"Kok mereka tidak bangkrut, enggak khawatir? Karena (AS dan Jepang) ekonominya terus memproduksi," ujar Sri Mulyani.
Oleh karena itu, kata Sri Mulyani, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas 6 persen dan desifit APBN dapat terjaga, maka masyarakat akan makmur dan ekonomi dalam negeri menjadi lebih besar, sehingga tidak perlu khawatir tak mampu membayar utang luar negeri.
"Jadi, kalau setiap tahun pertumbuhan ekonomi tumbuh 5 persen sampai 6 persen, maka kita punya kemampuan lebih besar (bayar utang), dan jumlah tambahan utang setiap tahun lebih kecil dari pertumbuhan ekonomi," jelas Sri Mulyani.
Bank Indonesia merilis ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2016 tercatat sebesar 325,3 miliar dolar AS, atau naik 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya
Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN Indonesia sebagian besar terdiri dari ULN sektor swasta yang mencapai 163,1 miliar, atau 50,1 persen dari total ULN.
Sementara, posisi ULN sektor publik atau pemerintah sebesar 162,2 miliar dolar AS, atau 49,9 persen dari total ULN. (Seno Tri Sulistiyono)