Pilkada DKI Jakarta
Sandiaga Janji, Warga Tidak Perlu Lagi Beli Air Bersih
Kita sudah programkan ketersediaan air bersih, jadi tidak ada lagi warga yang harus beli air.
WARTA KOTA, KOJA --
Aksi blusukan, tanya jawab hingga diskusi yang dilakukan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahudin Uno dengan warga di sejumlah wilayah Jakarta Utara sejak masa kampanye dibuka sebulan lalu berhasil menyimpulkan masalah. Salah satunya adalah terbatasnya ketersedian air bersih serta harga beli yang mahal.
Belum terpenuhinya kebutuhan air bersih masyarakat seperti yang disampaikan oleh Ahmad (50) warga Penjaringan, Jakarta Utara. Air tanah yang kini berubah payau katanya tidak bisa digunakan, sedangkan jaringan air PAM hanya bisa dinikmati warga kalangan atas, bukan warga pinggiran seperti dirinya.
"Untuk satu keluarga itu butuh satu jerigen 50 liter, harganya Rp 15.000-an. Setiap hari itu mesti beli satu, buat minum, masak sama mandi, kalau ada sisanya ya buat nyuci baju," ungkapnya kepada Sandi-sapaan Sandiaga Salahudin Uno pada Jumat (19/11).
Keluhan warga serupa rupanya kembali didengarnya saat blusukan di permukiman padat penduduk wilayah Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (19/11) siang. Warga kembali memintanya untuk membangun jaringan air bersih untuk warga dengan harga yang terjangkau.
Mendengar permintaan warga, Sandi terlihat tersenyum, dirinya menyampaikan jika permintaan warga sejalan dengan program kerjanya apabila terpilih untuk memimpin Ibukota bersama Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Jaringan air bersih katanya akan dibangun agar permukiman padat warga, bantaran kali ataupun wilayah pinggir kota tetap dapat memanfaatkan air bersih. Bukan hanya menjamin ketersediaan air bersih, Sandi menyampaikan bila tarif air yang dikenakan bakal disubsidi hingga sebesar 80 persen dari total tagihan.
"Kita sudah programkan ketersediaan air bersih, jadi saya janji, nggak ada lagi warga yang harus beli air lagi, semuanya bisa ambil air cukup buka kran aja, semuanya juga disubsidi mulai dari pemasangan sampai pemakaian, masyarakat cuma cukup bayar 50 persen saja untuk perawatan," ungkapnya.
Lebih lanjut, apabila jaringan air bersih sudah dibangun dan dimanfaatkan warga, penggunaan air katanya harus bijak dilakukan.
Semua warga tambahnya juga harus menjaga dan mengawasi fasilitas, sehingga tidak ada lagi pencurian air atau pemanfaatan air tidak semestinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sampah_20161119_183404.jpg)