DPN HKTI Kecam Tindakan Represif Aparat Melakukan Kekerasan terhadap Petani

Tindak kekerasan aparat terhadap petani dikecam kalangan DPR karena pendekatan kekerasan kembali dipertontonkan.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Kompas.com
Fadli Zon 
WARTA KOTA, PALMERAH -- ‎Tindakan represif aparat terhadap petani yang mempertahankan lahan pertanian mereka kembali dilakukan di Majalengka.
Tepatnya, Kamis, 17 November 2016, terjadi tindakan kekerasan dan penembakan gas air mata terhadap ratusan petani yang tengah menggelar aksi untuk menolak proses pengukuran lahan, yang ditujukan untuk pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), atau yang juga kerap disebut Bandara Kertajati.
Ketua Umum DPN HKTI yang juga Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap ratusan petani di Majalengka.
"HKTI sangat tidak setuju dengan segala bentuk represif terhadap petani di manapun," katanya di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).
Fadli Zon meminta agar aparat kepolisian dan terutama Pemerintah Propinsi Jawa Barat serta pihak manajemen BIJB dapat mengedepankan upaya persuasi, dialog mendalam dengan kelompok petani dalam menemukan penyelesaian rencana pembangunan Bandara Kertajati.
Dalam konteks kedaulatan pangan, dalam pandangan Fadli Zon, perlu juga difikirkan mekanisme relokasi dan tukar guling, di mana para petani dan lahan pertanian yang tergusur dipindahkan ke satu kawasan di mana kehidupan sosial petani tetap terjaga dan lahan pertanian juga tersedia, semacam bedol desa.
HKTI juga akan membentuk tim utk investigasi atas peristiwa kemarin dan segera membentuk tim advokasi petani majalengka. 
HKTI meminta kepada para petani di Desa Sukamulya untuk tetap tenang dan membuka pintu dialog.
"Kepada Pemda Jawa Barat dan Manajemen BIJB untuk terus melakukan dialog dengan petani agar tercapai kata sepakat. Dan kepada aparat Kepolisian, HKTI meminta agar penyelidikan dan penyidikan dilakukan tanpa perlu adanya penangkapan dan penahanan terhadap petani," katanya.‎
Dr Fadli Zon adalah Ketua Umum DPN HKTI, Wakil Ketua DPR, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra‎
‎Tindakan represif aparat terhadap petani kembali dilakukan, sejumlah kalangan pun mengecam langkah represif tersebut.
Kamis, 17 November 2016, terjadi tindakan kekerasan dan penembakan gas air mata terhadap ratusan petani yang tengah menggelar aksi untuk menolak proses pengukuran lahan, yang ditujukan untuk pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), atau yang juga kerap disebut Bandara Kertajati.
Ketua Umum DPN HKTI yang juga Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap ratusan petani di Majalengka.
"HKTI sangat tidak setuju dengan segala bentuk represif terhadap petani di manapun," katanya di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).
Fadli Zon meminta agar aparat kepolisian dan terutama Pemerintah Propinsi Jawa Barat serta pihak manajemen BIJB dapat mengedepankan upaya persuasi, dialog mendalam dengan kelompok petani dalam menemukan penyelesaian rencana pembangunan Bandara Kertajati.
Dalam konteks kedaulatan pangan, dalam pandangan Fadli Zon, perlu juga difikirkan mekanisme relokasi dan tukar guling, di mana para petani dan lahan pertanian yang tergusur dipindahkan ke satu kawasan di mana kehidupan sosial petani tetap terjaga dan lahan pertanian juga tersedia, semacam bedol desa.
HKTI juga akan membentuk tim utk investigasi atas peristiwa kemarin dan segera membentuk tim advokasi petani majalengka. 
HKTI meminta kepada para petani di Desa Sukamulya untuk tetap tenang dan membuka pintu dialog.
"Kepada Pemda Jawa Barat dan Manajemen BIJB untuk terus melakukan dialog dengan petani agar tercapai kata sepakat. Dan kepada aparat Kepolisian, HKTI meminta agar penyelidikan dan penyidikan dilakukan tanpa perlu adanya penangkapan dan penahanan terhadap petani," katanya.‎
Dr Fadli Zon adalah Ketua Umum DPN HKTI, Wakil Ketua DPR, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra‎
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved