Dipaksa Ikut Asuransi Selama 64 Tahun, Ibu Ini Lapor Polisi

R Farida PS melaporkan agen asuransi yang juga karyawan sebuah bank ternama di Menteng, berinisial T dan GS, ke Polda Metro Jaya.

Kompas.com
Ilustrasi 

WARTA KOTA, SEMANGGI - R Farida PS melaporkan agen asuransi yang juga karyawan sebuah bank ternama di Menteng, berinisial T dan GS, ke Polda Metro Jaya, pada 31 Oktober 2016.

Farida mengaku diminta bergabung ke perusahaan asuransi swasta tersebut. Untuk durasi empat tahun, preminya sebesar Rp 103 juta.

"Saya sudah bayar untuk premi setahun. Namun, ternyata dia menulis di polis, saya menjadi anggota selama 64 tahun. Saya keberatan dan meminta uang saya dikembalikan, tapi mereka ngelak terus, makanya saya melapor ke Polda Metro Jaya,” kata Farida kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Ketiga pihak yang dilaporkan, sesuai yang tertera dalam laporan polisi bernomor LP /5319/ X / 2016 / PMJ / Dit Krimsus, dijerat pasal 378 dan pasal 10 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Penipuan dan Perbankan.

Pada September hingga November 2013, Farida mengaku dibujuk oleh T untuk ikut asuransi tersebut. Karena tak tertarik, ia menghindar terus. Tapi pelapor terus ditelepon. Akhirnya, pada November 2013, T dan satu orang perempuan berinisial G, mendatanginya di Balaraja, disaksikan oleh beberapa orang. Keduanya terkesan setengah memaksa dia untuk ikut asuransi.

“Karena saya sudah lelah dikejar terus-menerus oleh dia, karena kebetulan saya juga nasabah CIMB Preferred CIMB Niaga Menteng Jakarta,” ungkapnya.

Dengan terpaksa, Farida akhirnya setuju mengambil asuransi tabungan dengan syarat hanya selama empat tahun dan preminya sebesar Rp 103 juta per tahun, dan pembayarannya didebet dari rekening miliknya.

Ternyata, dalam polis tertulis bahwa masa pembayaran premi selama 64 tahun, alias berakhir pada 2077. Farida merasa seluruh isi polis tersebut tak sesuai kesepakatannya dengan T.

Dalam polis itu juga terdapat Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ) yang tidak pernah ia isi. T, kata Farida, pun tak pernah menjelaskan tentang asuransi ini.

"Hanya karena semata-mata kami sudah saling kenal dan dia terus-terusan memaksa saya untuk menjadi peserta asuransi, sehingga saya setuju, dan pembayaran premi asuransi selama empat tahun saja," bebernya.

Farida menambahkan, ia juga tidak pernah meminta polis syariah, sebab tidak memahami bahasa-bahasa yang tertulis di dalam polis.

“Bagaimana mungkin selama 64 tahun saya harus membayar premi terus kepada asuransi, sementara saat ini usia saya sudah 56 tahun. Apakah sampai berusia 120 tahun saya harus membayar premi terus menerus? Tidak masuk akal sehat manusia dan sangat mustahil, karena ini kebohongan dan kepalsuan yang diduga ditimbulkan oleh pihak asuransi bersama-sama T dan GS," papar Farida.

Farida lantas menyurati pihak bank di Menteng, mengajukan keberatan kepada T, dan meminta uangnya dikembalikan. Akan tetapi, pihak bank maupun T mengabaikan tuntutannya.

"Jadi, apa pun yang disebut dalam polis itu semuanya keterangan palsu yang dibuat sepihak oleh asuransi ini. Oleh karena itu, saya melaporkan asuransi tersebut bersama-sama T dan GS ke polisi," ucapnya. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved