Sentul Bogor Disasar Jadi Pusat Bisnis dan Niaga
Galleria Mall Vivo yang dibangun di lahan seluas 3 hektar merupakan bagian dalam kawasan hunian dan bisnis terpadu Vivo Sentul, yang dikembangkan PT M
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK -- PT Megapolitan Developments (MD) Tbk, sebuah perusahaan pengembang properti nasional bersama anak usahanya PT Tirta Persada Development, secara resmi menunjuk perusahaan BUMN PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk sebagai kontraktor pengerjaan Galleria Mall Vivo yakni sebuah kawasan blok komersil berupa pusat perbelanjaan modern berkualitas, di Jalan Raya Bogor, Sentul, Bogor.
Galleria Mall Vivo yang dibangun di lahan seluas 3 hektar merupakan bagian dalam kawasan hunian dan bisnis terpadu Vivo Sentul, yang dikembangkan PT Megapolitan.
Direktur sekaligus Head of Business Unit PT Megapolitan, Radian Wena mengatakan pembangunan Galleria Mall Vivo ini merupakan upaya dan komitmen pihaknya untuk berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian di wilayah Bogor yang berbatasan dengan Jakarta.
Dengan adanya Galleria Mall Vivo, Wena berharap wilayah Sentul, Bogor menjadi sentra atau pusat bisnis dan niaga terlengkap, yang akan menarik banyak investor ke sana.
"Galleria Mall Vivo hadir sebagai bentuk dedikasi kami untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan perekonomian, khususnya mewujudkan wilayah Bogor dan sekitarnya menjadi sentra atau pusat perdagangan dan bisnis," kata Wena, di Cinere, Depok, kepada Warta Kota, Rabu (16/11).
Karenanya kata dia PT Megapolitan menunjuk kontraktor berpengalaman dan memiliki reputasi terkemuka di dunia konstruksi dan properti yakni PT PP (Persero) Tbk.
"Kami yakin, dengan pengalaman dan reputasi yang dimiliki PT PP (Persero) Tbk di bidang jasa konstruksi, akan mampu menghadirkan bangunan yang berkualitas untuk blok komersil Galleria Kiosk Mall dan pusat perbelanjaan Vivo Mall di kawasan Vivo Sentul sesuai dengan komitmen kami sebagai pengembang," kata Wena.
Penunjukan ditandai dengan penandatanganan kerjasama yang dilakukan Direktur Utama PT Megapolitan Developments, Melani Lowas Barak Rimba dengan Kepala Divisi Operasi Cabang IV PT PP (Persero) Anton Satyo Hendriatmo di kantor pusat, Rabu (16/11).
Penandatanganan juga disaksikan oleh seluruh jajaran direksi PT Megapolitan Developments.
Wena mengatakan nantinya, Galleria Mall Vivo yang dibangun di lahan 3 hektar itu akan terdiri dari tiga konsep blok komersial, yaitu Galleria Kiosk, Vivo Walk dan Vivo Mall.
Semuanya merupakan proyek pusat perbelanjaan dan kios termodern, berkualitas serta terlengkap, yang dikembangkan guna melengkapi kawasan hunian dan komersil terpadu Vivo Sentul.
Vivo Sentul merupakan sebuah konsep kawasan superblok yang mendukung kebutuhan masyarakat perkotaan dan terintegrasi dengan fasilitas hunian, pusat perbelanjaan, komersial, kuliner, serta hiburan terbesar dan terlengkap di Sentul, Bogor.
Kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas ibadah, yaitu masjid dengan konsep arsitektur modern.
Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Megapolitan, Desi Yuliana mengatakan Galleria Mall Vivo memiliki lokasi yang strategis yakni berada di Jalan Raya Bogor yang menghubungkan dua kota yaitu Jakarta dan Bogor.
Menurutnya potensi ekonomi wilayah Bogor akan semakin meningkat seiring dengan pengembangan berbagai proyek infrastruktur dengan rencana jaringan jalan Bogor Outer Ring Road (BORR), Bogor Inner Ring Road (BIRR), jalan Poros Tengah Timur (jalur Puncak Dua), dan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).
"Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur kereta ringan (light rail transit /LRT) yang akan sampai ke Bogor," katanya.
Pembangunan kereta ringan tersebut diperkirakan akan selesai di tahun 2018.
Dimana LRT koridor Cibubur-Bogor merupakan satu dari enam jalur LRT yang akan dibangun dengan memiliki empat stasiun yakni Cibinong, Sirkuit Sentul, Sentul City dan Kota Bogor (Baranangsiang dan Tanah Baru).
Karenanya kata Desi, Galleria Mall Vivo dapat diakses dengan mudah yaitu hanya lima menit dari pintu Tol Sirkuit Sentul.
Selain itu aksesnya dekat dengan stasiun Bogor, terminal Baranangsiang, stasiun LRT, serta memiliki sistem keamanan 24 jam.
"Galleria Mall Vivo juga akan dilengkapi dengan fasilitas convention hall serta area parkir mobil dan motor yang luas," katanya.
Menurutnya Galleria Kiosk sendiri ditawarkan mulai dari Rp 200 jutaan per unit.
"Harga tersebut sudah mengalami peningkatan hingga 35 persen sejak diluncurkan pada akhir tahun 2015 lalu” kata Desi.
Menurutnya untuk kawsan terpadu Vivo Sentul sendiri yang menelan biaya investasi sekitar RP 750 Miliar telah menyelesaikan pekerjaan pemancangan tiang yang dilakukan awal 2016.
Ditarrgetkan pembangunan tahap pertama ini selesai pada akhir tahun 2017, dengan jadwal penutupan atap bangunan Galleria Mall Vivo dilakukan di semester pertama 2017.
Sementara itu, untuk serah terima unit Galleria kios, akan dilakukan bertahap mulai Oktober 2017. Sedangkan Vivo Mall ditargetkan beroperasi di awal tahun 2018.
Sementara itu, Kepala Divisi Operasi Cabang IV PT PP (Persero) Tbk, Anton Satyo Hendriatmo mengatakan, pihaknya sangat bangga mendapat kesempatan untuk mengerjakan proyek skala besar yang dikembangkan oleh PT Megapolitan Developments Tbk.
"Sesuai dengan misi perusahaan, kami tidak ingin hanya sekedar membangun, tapi juga memberikan jasa konstruksi dengan nilai tambah untuk mencapai bangunan yang berkualitas bagi klien kami," katanya.
Sampai dengan Oktober 2016, penjualan Galleria Kiosk sudah mencapai 60 persen dari total 792 unit yang dipasarkan.
Sedangkan sewa di pusat perbelanjaan Vivo Mall telah mencapai 55 persen dari total area 31.889m2.
Beberapa tenan yang telah memberikan komitmen dan dipastikan hadir di area perbelanjaan ini diantaranya Centro Department Store, Cinema CGV Blitz , Fun World, dan Optik Melawai.(bum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20161117sentul-bogor-disasar-jadi-pusat-bisnis-dan-niaga_20161117_120904.jpg)