Rabu, 8 April 2026

Pilkada DKI Jakarta

Kata Megawati, yang Menolak Ahok-Djarot Pasti Dibayar

Megawati menjelaskan, setiap pasangan calon memiliki hak untuk berkampanye, dan seharusnya tidak boleh ada yang menghalang-halangi.

TRIBUNNEWS/AMRIYONO PRAKOSO

WARTA KOTA, MENTENG - Beberapa penolakan hingga menimbulkan bentrok kerap terjadi saat pasangan calon petahana gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, melakukan kampanye di berbagai wilayah.

Baca: Berita Video: Kalangan Warga Kedoya Tolak Kedatangan Ahok

Menyikapi hal itu, Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri menuding bahwa mereka yang melakukan penolakan telah dibayar oleh oknum tertentu.

Baca: Kembali Dihadang, Djarot Perintahkan Pendukung, Jangan Melawan

"Mereka-mereka yang menolak ini ada dua hal, mereka pasti dibayar dan mereka tidak tahu aturan," tegasnya di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Megawati menjelaskan, setiap pasangan calon memiliki hak untuk berkampanye, dan seharusnya tidak boleh ada yang menghalang-halangi.

Namun begitu, Presiden RI kelima itu enggan menjabarkan strategi apa yang akan dipakai oleh PDIP untuk tetap mengampanyekan pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Rahasia dong. Masa strategi kita umbar. He-he-he," ucapnya. (Amriyono Prakoso)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved