Demo Ahok

Ditangguhkan Penahanan, 4 Anggota HMI Wajib Lapor Polisi

Akhirnya empat anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dibebaskan dari Rumah Tanahan Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (17/11).

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Kompas.com/Shutterstock
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Kurang lebih dua minggu, akhirnya empat anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dibebaskan dari Rumah Tanahan Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (17/11).

Setelah Polda Metro Jaya mengabulkan penangguhan penahanan mereka.

Sebelumnya diketahui, polisi menetapkan lima orang anggota HMI sebagai tersangka, terkait dugaan kasus secara bersama-sama melakukan kekerasan kepada pejabat yang sedang melaksanakan tugas, pada saat aksi unjuk rasa, di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Kelima tersangka itu yakni, Ismail Ibrahim, Amyjaya Halim, Muhammad Rijal Berkat, Rahmat Muni, dan Ramadhan Reubun.

Empat orang, selain Amijaya Halim- kemudian dilakukan penahanan di Polda Metro Jaya.

Koordinator Tim Kuasa Hukum PB HMI M Syukur Mandar menjelaskan bahwa penangguhan penahanan sudah dikabulkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan. 

"Ya kita minta penangguhan penahanan. Alhamdulillah pak kapolda mengabulkan. Kita berterima kasih," ujar Syukur di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (17/11).

Menurutnya dengan banyak yang menjamin keempat anggota HMI untuk ditangguhkan penahanannya.

"Ya kita banyak penjamin dari alumni HMI. Saya kira ini prosedur yang normal, tidak ada yang luar biasa dalam proses ini," ungkapnya.

Dia mengaku pihaknya bakal kooperatif dalam proses hukum selanjutnya.

"Oh iya siap (kooperatif). Justru kita terhadap pak Direskrimum kita ucapkan terima kasih. Kami sangat kooperatif dalam proses ini, kita menunggu saja proses ini," katanya.

Menurutnya, keempat tersangka itu tetap harus wajib lapor kepada penyidik selama proses penyidikan berjalan.

Menyoal apakah tetap akan melakukan praperadilan, Syukur belum bisa memastikannya.

"Belum. Kita akan lihat perkembangannya. Kan penangguhan penahanannya dikabulkan tentu kita akan hormati itu. Sambil kita lihat lagi," tuturnya.(bin)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved