Info Pengetahuan

14 Bahasa Daerah Indonesia Ini Terancam Punah, Sebagian Besar Dari Indonesia Timur

"Ada 14 bahasa yang telah punah, dan satu bahasa lagi nyaris punah karena penggunanya tinggal satu orang lagi," kata Multania.

14 Bahasa Daerah Indonesia Ini Terancam Punah, Sebagian Besar Dari Indonesia Timur
Intisari-online.com
14 Bahasa Daerah di Indonesia Punah, Ratusan Lainnya Terancam 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Upaya untuk melestarikan bahasa-bahasa daerah tampaknya  harus segera dicanangkan.

Hal ini merujuk pada informasi terbaru yang menyatakan 14 bahasa daerah di Indonesia sudah punah sementara ratusan lainnya dalam kondisi terancam punah.

Informasi tersebut disampaikan staf ahli Komisi III DPD-RI, ultania Retno Mayekti Tawangsih Lauder di Bengkulu,  beberapa waktu lalu bersamaan dengan kunjungan penyusunan draft RUU bahasa daerah.

"Ada 14 bahasa yang telah punah, dan satu bahasa lagi nyaris punah karena penggunanya tinggal satu orang lagi," kata Multania.

Dari 14 bahasa tersebut, 10 di antaranya berasal dari Maluku Tengah, yaitu Hoti, Hukumina, Hulung, Serua, Te'un, Palumata, Loun, Moksela, Naka'ela dan Nila.

Dua bahasa lainnya berasal dari Maluku Utara, yaitu Ternateno dan Ibu.

Sementara dua bahasa sisanya berasal dari Papua yakni Saponi dan Mapia.

Menurut dia, kepunahan bahasa tersebut diakibatkan sedikitnya pengguna. Hanya 13 bahasa di Nusantara yang penuturnya di atas satu juta.

Sementara keseluruhan bahasa daerah di Indonesia berjumlah 726 bahasa dan versi Unesco 640 bahasa.

Itulah yang menyebabkan ratusan bahasa lainnya berada dalam kondisi terancam punah.

"Ada banyak bahasa daerah yang penuturnya di bawah 100 orang," tambah dia.

Sementara, 13 bahasa daerah yang penuturnya di atas satu juta di antaranya, Minangkabau, Batak, Rejang, Lampung, Sunda, Makassar, Aceh, Jawa, Bali, Sasak, Bugis, Madura, dan Melayu.

Dari aspek distribusi, bahasa daerah di Indonesia banyak tersebar di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan sedikit di Jawa dengan 20 bahasa.

Editor: Suprapto
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved