Breaking News:

Bom Samarinda

Bocah Korban Ledakan di Gereja Samarinda Ini Ingin Jadi Penjinak Bom

Tiga bocah korban aksi bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Samarinda yang mengalami luka bakar, kondisinya mulai membaik.

istimewa
Salah seorang anak korban bom di gereja di Samarinda. 

"Ini jelas kejahatan kemanusiaan. Anak-anak sedang beribadah, tetapi mengalami kejahatan seperti ini. Peristiwa ini tak boleh terjadi kembali di Indonesia, apalagi di Samarinda. Komnas juga mengutuk, karena pelaku menghilangkan hak hidup secara paksa akan satu anak yang sudah lebih dahulu meninggalkan keluarganya, yakni Intan," ucapnya.

Senada dengan Aris, Andi Busman dari Aktivis Perlindungan Anak Kaltim, juga menyampaikan hal serupa.

"Siapa yang tidak merasa kelu hatinya setelah melihat justru anak-anaklah yang menjadi korban atas aksi terorisme ini. Mereka tidak tahu apa-apa. Meskipun sudah berlalu, tak ada yang bisa menghilangkan ingatan kelam mereka nantinya karena pernah menjadi korban pengeboman. Seluruh pihak juga harus memikirkan, apa-apa saja upaya penyembuhan, secara mental, jika nantinya ketiga anak ini dinyatakan sembuh dari luka-luka media," papar Andi.

Terkait perkembangan pengobatan, Direktur RSUD AW Sjahranie Samarinda Rachim Dinata menyampaikan, sebanyak 50 persen luka bakar sudah teratasi. Trinity juga sudah bisa nangis dan bicara, yang menunjukkan perbaikan.

"Bisa menangis, berarti saluran pernapasannya bagus. Jika masih bermasalah, bisa saja ketika dia menangis ataupun bicara, tidak terdengar suara yang jelas, tetapi kan tidak seperti itu," jelasnya.

Untuk memastikan secara pasti, Rachim pun harus menunggu 12 hari, hingga kondisi anak-anak korban tersebut benar-benar pulih.

"Kami tunggu hingga 12 hari ke depan. Itu masuk dalam periode kritis. Untuk pembersihan luka bakar, kami lakukan dua hari sekali," bebernya.

Tiga korban aksi bom menurut dr Rachim, sudah mulai membaik.

"Sudah dua korban yang dirawat di sini (RS AWS), Trinity Hutahaya dan Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4). Namun, Alvaro baru dipindahkan tadi siang (kemarin)," cetus Rachim.

Rachim mengatakan, luka bakar Trinity masih 50 persen, setiap dua hari hari dicek, dengan penanganan debridement alias pembersihan luka bakar. Korban lainnya, Alvaro, dirujuk ke AW Sjahranie Samarinda agar mendapat penangan yang serius, sebab rumah sakit ini sudah menyiapkan lima tim medis. (*)

Baca: Andai Pengebom Gereja di Samarinda Masuk Koperasi Merah Putih 71

Baca: Juhanda Dipantau Sejak Tiba di Samarinda, tapi Bandel Tak Mau Dibina

Baca: Duka Cita Mendalam Jokowi untuk Intan Olivia

Baca: Paman Intan Olivia: Kami akan Tetap ke Gereja, Sebab Itu Rumah Tuhan

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved