Bom Samarinda

Bocah Korban Ledakan di Gereja Samarinda Ini Ingin Jadi Penjinak Bom

Tiga bocah korban aksi bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Samarinda yang mengalami luka bakar, kondisinya mulai membaik.

istimewa
Salah seorang anak korban bom di gereja di Samarinda. 

WARTA KOTA, SAMARINDA - Tiga bocah korban aksi bom molotov di halaman Gereja Oikumene, Samarinda yang mengalami luka bakar, kondisinya mulai membaik.

Trinity Hutahaya (4) , salah satu korban, sudah bisa menangis dan bicara. 

Ada hal menarik ketika Trinity dikunjungi Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Arist Merdeka Sirait di ruang PI-CU RSUD AW Sjahranie Samarinda, Selasa (15/11/2016). Kepada Arist, Trinity mengaku bercita-cita ingin menjadi penjinak bom.

"Saat saya kunjungi, dia (Trinity) sempat bilang ingin membeli petasan, kemudian menjinakkannya, serta menjadi penjinak bom. Jadi, memorinya sudah jalan untuk hal ini. Luar biasa, ketika seorang anak masih mengingat jelas, dan membuktikan bahwa ia anti akan bom," ujar Aris Merdeka Sirait didampingi Sumadi, perwakilan PKBI Kaltim.

"Iya, Trinity sampai teriak akan hal itu, bilang bahwa ia ingin menjadi penjinak bom," tegas Sumadi.

Untuk hal tersebut, Aris mengaku perlu ada langkah lanjutan usai Trinity nantinya dinyatakan sembuh pasca-pengeboman.

"Ini diperlukan adanya terapi psycosocial yang dilakukan. Tetapi, memang untuk sementara, fokus dahulu pada pengobatan medis," katanya.

Keluarga Trinity, lanjut Arist, meminta bocah tersebut menjadi korban pengeboman terakhir bagi Kaltim dan Indonesia.

"Mereka minta didoakan agar cepat sembuh. Selain itu berharap mereka saja yang menjadi korban terakhir pengeboman. Jangan ada lagi korban jatuh akibat hal sama," tuturnya.

Arist pun mengutuk tegas aksi kejahatan kemanusiaan tersebut.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved