Bom Samarinda

Paman Intan Olivia: Kami akan Tetap ke Gereja, Sebab Itu Rumah Tuhan

Bagi keluarganya, Intan dikenal sebagai anak yang ceria, penghibur orangtuanya saat berada di rumah.

TRIBUN KALTIM
Jenazah Intan Oliva (2) di rumah duka. 

WARTA KOTA, SAMARINDA - Kepergian Intan Oliva (2), bocah korban bom yang dilakukan orang tak bertanggung jawab di halaman Gereja Oikumene, Samarinda, meninggalkan duka mendalam.

Bagi keluarganya, Intan dikenal sebagai anak yang ceria, penghibur orangtuanya saat berada di rumah.

Rumah kayu yang berada di RT 27 No 70, Gang Jati 3, Harapan Baru, Samarinda Seberang, mendadak ramai. Sejumlah pejabat, kerabat orangtua Intan, dan masyarakat sekitar, terus berdatangan melayat jenazah Intan yang meninggal di Rumah Sakit Umum AW Sjarwanie.

Balutan Julianto Banjarnahor (29), paman Intan menuturkan, setiap hari Intan main dengan tetangga. Kalau di rumah, Intan selalu ceria, jarang rewel.

"Kami tidak menyangka kejadian ini menimpa keluarga kami. Tidak ada tanda-tanda dan firasat dari keluarga. Dua minggu yang lalu Intan bersama kedua orangtuanya baru saja datang dari Medan," ujar Julianto, Senin (14/11/2016).

"Mama (nenek Intan) dan kakak saya (bibi Intan) baru meninggal di Medan, sampai di Samarinda 5 November. Kalau firasat terbawa dari kampung juga tidak ada, saat ini kami sedang menunggu kedatangan bapak saya (kakek Intan), paman, dan nenek Intan dari Ibundanya," katanya lirih.

Dengan kejadian ini, keluarga yang ditinggalkan terpukul. Walau begitu, keluarga akan tetap ke gereja.

"Kami tetap ke gereja, sebab itu rumah Tuhan. Dengan kejadian ini, keluarga kami sangat terpukul," ucapnya.

Julianto berharap pelaku dihukum seberatnya-beratnya.

"Harapan keluarga pelaku dihukum seberatnya, kita serahkan saja kepada penegak hukum," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved