Ketua HMI Diperiksa, Fahira Idris Minta Empat Aktivis HMI Dibebaskan

Mulyadi P Tamsir memenuhi panggilan penyidik di Gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Rangga Baskoro
Kuasa Hukum HMI, saat mengadukan penangkapan aktivis HMI ke Komnas HAM, Selasa (8/11/2016). 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia (PB-HMI), Mulyadi P Tamsir memenuhi panggilan penyidik di Gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2016) siang.

Mulyadi tampak memasuki kantor Krimum sekitar pukul 02.10.

Salah satu kuasa hukum kader HMI, Tegar Putuhena mengatakan, ada sekitar 28 pernyataan yang akan diajukan penyidik terkait kericuhan yang terjadi saat aksi damai 4 November.
Ia memerkirakan, pemerikaaan tersebut akan belangsung hingga tiga jam.
"Paling, nanti dua jam sampai tiga jam sudah kelar," ujar Tegar saat ditemui di kantor DirKrimum Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016).
Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lanjutan yang telah dijalani Mulyadi pada Kamis (10/11/2016) lalu.
Sebelumnya, Koordinator Tim Kuasa Hukum HMI, Muhammad Syukur juga mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Mulyadi hari ini pasti akan didampingi oleh tim kuasa hukum HMI.
"Iya, didampingi. Tapi bukan saya karena saya ada keperluan. Nanti teman-teman kuasa hukum lainnya yang akan mendampingi," ujar Syukur.
Sementara itu, anggota DPD RI, Fahira Idris, menyambangi Rumah Tahanan Polda Metro Jaya pada Selasa (15/11/2016) siang.
Kedatangannya tersebut untuk menjenguk empat anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ditahan terkait kericuhan pada demo 4 November 2016 lalu.
Fahira datang dengan diampingi oleh suaminya, Aldwin Rahadian dan Sekjen HMI Amijaya Halim yang juga dijadikan tersangka dalam kasus ini.
"Hari ini, saya hadir sebagai anggota DPD, kemarin ada adik-adik dari Jakarta menemui saya dan meminta untuk menengok, Alhamdulillah hari ini saya ada waktu," ujar Fahira seusai menjenguk keempat anggota HMI yang ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.
Fahira menyampaikan, keempat kader HMI itu dalam kondisi baik-baik saja untuk saat ini.
Adapun keempat anggota HMI yang masih ditahan adalah Ismail Ibrahim, Rahmat Muni, Romadon Reubun, dan Muhammad Rizki Berkat.
Fahira menyayangkan langkah polisi yang langsung menangkap keempat kader HMI tersebut tanpa didahului surat pemanggilan.
Apalagi, ia mengaku mendengar kabar bahwa penangkapan itu dilakukan pada tengah malam.
"Seharusnya, patut dipertanyakan juga ya, dan malam itu katanya mereka langsung jadi tersangka tanpa ada pendampingan. Hal-hal itu kami sedang telusuri. Setelah ini kami akan jumpa kuasa hukumnya," ucap dia.
Kepada Fahira, keempat anggota HMI itu mengaku, mereka bukan provokator dalam aksi damai 4 November 2016 lalu.
Oleh karena itu, Fahira berharap agar pihak kepolisian tidak menahan mereka.
"Saya ingin mereka keluar ya, ada beberapa keterangan dari mereka sebetulnya mereka bukan orang yang buat kerusuhan itu," ucapnya.
Perlu diketahui seharusnya Mulyadi telah diperiksa polisi pada Senin (14/11/2016) kemarin.
Namun, Mulyadi tidak dapat memenuhi panggilan tersebut karena ada urusan pribadi.
Lima kader HMI sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya karena diduga menjadi provokator.
Keempat kader HMI tersebut saat ini masih ditahan Polda Metro Jaya.
Sementara, Sekretaris Jenderal HMI Amijaya Halim dibebaskan karena subjektifitas penyidik dan adanya jaminan dari pengacara.
Namun, Amijaya masih tetap berstatus tersangka.
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved