Senin, 13 April 2026

Pilkada DKI Jakarta

Survei LKPI: Peluang Tiga Pasangan Calon Sama Kuat

Popularitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat terus menurun.

Tribunnews.com/FERDINAND WASKITA

WARTA KOTA, SENAYAN - Popularitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat terus menurun.

Sementara, popularitas pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno merangkak naik.

Hal itu terlihat dari survei Lembaga Konsultan Politik Indonesia (LKPI) yang digelar pada 25 Oktober-3 November 2016. Survei tersebut memperlihatkan pasangan Ahok-Djarot didukung 24,6 persen responden.

"Sebetulnya masyarakat Jakarta mengapresiasi program kerja yang dilakukan pasangan petahana. Lebih dari separuh responden 55,2 persen mengatakan bahwa program Ahok-Djarot baik," kata Direktur LKPI Dendi Susianto, dalam pemaparan hasil survei di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Senin (14/11/2016).

Namun, kata Dendi, publik tidak puas dengan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu yang dianggap menyinggung Umat Islam, di mana sebanyak 82 persen menilai pernyataan Ahok tersebut salah.

Hal yang sama terjadi pada persoalan reklamasi pantai, di mana sebanyak 72 persen masyarakat menilai kebijakan Ahok salah.

Sebaliknya, pasangan Agus-Sylviana didukung 27,6 persen responden. Kemudian, Anies-Sandiaga dipilih 25,9 responden jika Pilkada DKI Jakarta digelar hari ini. Dendi juga menilai partai pendukung pasangan calon terlihat solid.

"Dengan tingkat kesalahan (margin of error) ± 2,8 persen, maka peluang ketiga pasangan calon sebetulnya sama kuat untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta," tutur Dendi.

Selain itu, LKPI memprediksi Pilkada DKI Jakarta berlangsung selama dua putaran. Sebab, tidak ada satu pasangan calon yang memperoleh suara di atas 50 persen suara pemilih.

Dengan waktu yang sudah sangat terbatas, kata Dendi, ketiga pasangan calon harus berusaha mempengaruhi seperlima pemilih yang belum menentukan pilihan.

"Siapakah pasangan calon yang akan maju di putaran kedua? Taktik dan strategi dari tim sukses ketiganya akan menentukan siapa dua pasangan calon yang akan maju di babak berikutnya," papar Dendi.

Survei ini dilakukan terhadap 1.200 responden dengan metode multistages random sampling. Wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dilakukan pada 25 Oktober hingga 3 November 2016.

Responden yang tersebar di 6 kota, 40 kecamatan, dan 120 kelurahan, yang terbagi 50 persen pria dan 50 persen wanita. Margin of error sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved