Rabu, 15 April 2026

BI Jelaskan Soal Isu Lambang Palu Arit di Uang 100 Ribu

Mulai pecahan Rp.1.000 sampai dengan Rp.100.000, terdapat unsur pengaman yang disebut sebagai Rectoverso atau Gambar Saling Isi.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH--Setiap uang yang dikeluarkan Bank Indonesia, terdapat lambang simbol palu kampak gergaji paku obeng dan sebagainya.

Mulai pecahan Rp.1.000 sampai dengan Rp.100.000, terdapat unsur pengaman yang disebut sebagai Rectoverso atau Gambar Saling Isi.

Baca: Foto Puteri Indonesia Pakai Kaos Palu Arit Dihapus

Kepala Divisi Penanggulangan Uang Palsu Hasiholan Siahaan menjelaskan Rectoverso pada uang kertas Rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kanan atas dibawah angka nominal.

Baca: Bank Indonesia Musnahkan Uang Rp 2,9 Triliun

Selain itu Bank Indonesia juga menaruh pada bagian belakang uang di sudut kiri atas di bawah nomor seri.

"Rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas dimana pada posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar (seperti) tidak beraturan," ujar Hasiholan, Minggu (13/11/2016).

Namun demikian apabila Rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya maka akan terbentuk suatu gambar yang beraturan. Gambar tersebut akan mengeluarkan lambang Bank Indonesia.

"Dalam hal uang kertas Rupiah, Rectoversonya membentuk ornamen lambang "BI" (singkatan dari Bank Indonesia)," kata Hasiholan.

Sejauh ini Rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan.

Selain digunakan pada uang kertas Rupiah, unsur pengaman Rectoverso ini juga digunakan oleh banyak negara, seperti :

- uang kertas Malaysia Ringgit (membentuk ornamen bunga); dan
- uang kertas Euro (membentuk ornamen nilai nominal).

"Jadi Rectoverso pada bagian belakang uang kertas Rupiah tahun 2014 adalah TIDAK BENAR merupakan ornamen/lambang "Palu & Arit"," papar Hasiholan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved