Meisya Siregar Tak Mau Melakukan Persalinan Normal karena Alasan Ini

Pesinetron Meisya Siregar memiliki penyakit ambeien alias wasir yang sudah parah, bahkan sudah stadium akhir.

Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO

Laporan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO

WARTA KOTA, BOGOR - Pesinetron Meisya Siregar memiliki penyakit ambeien alias wasir yang sudah parah, bahkan sudah stadium akhir.

Karena penyakitnya itu, Meisya harus banyak mengonsumsi makanan berserat, agar penyakitnya itu tak mengganggu kehamilannya yang sudah memasuki usia sekitar 35 minggu.

"Pantangannya ngeden sama jangan salah makan. Aku harus makan makanan yang berserat tinggi. Enggak boleh daging dan enggak boleh terlalu banyak protein," tutur wanita berumur 37 tahun itu, ditemui dalam acara 'Kampanye Ayo Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 pagi Bersama Energen', di kawasan Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/11/2016).

Namun, karena daging dan makanan yang berprotein tinggi dibutuhkan oleh jabang bayinya, Meisya mengaku melanggar pantangan makannya itu.

"Kalau sekarang enggak bisa dihindari makanan yah. Saya harus semua dimakan," ucapnya.

Menurut istri Bebi Romeo itu, yang berbahaya saat melahirkan adalah harus mengeluarkan seluruh tenaga (ngeden), di mana ambeiennya bakal terasa sangat sakit.

"Yang bahaya itu kalau dari lahir ngedennya kan yang memperparah ambeiennya. Jadi ngedennya enggak bisa dihindarin," ujarnya.

Oleh karena itu, Meisya tidak mau mengambil risiko untuk melahirkan secara normal, seperti ketika ia melahirkan anak pertamanya.

Karena memikirkan kesehatan dirinya dan jabang bayi, Meisya akan melahirkan anak ketiganya melalui proses persalinan operasi caesar.

"Jadi, kalau lahiran normal itu pembuluh darah bisa pecah di kepala dan di belakang (pantat)," tuturnya.

Kendati demikian, Meisya mengatakan bahwa dokter yang mengurusi kandungannya itu bisa mengupayakan agar dia bisa melahirkan anaknya dengan proses persalinan normal.

"Tapi penyembuhan dan pemulihannya lama, kayak aku lahiran anak pertama. Kan yang merasakan aku bukan dokter. Walaupun dokter bilang ada obat, tapi tetap enggak mau ambil risiko," papar Meisya Siregar. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved