Eksklusif Warta Kota

Tiga Museum di Jakarta Difumigasi untuk Antisipasi Rayap

Tiga museum yang akan dilakukan fumigasi diantaranya Museum Sejarah Jakarta, Museum Joeang 45, dan Museum MH. Thamrin Jakarta.

Tiga Museum di Jakarta Difumigasi untuk Antisipasi Rayap
Joko Supriyanto
Museum MH. Thamrin di Jalan Kenari II No. 15, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (12/11/2016). 

WARTA KOTA, SENEN -- Sebagai langkah perawatan tiga museum di Jakarta akan dilakukan fumigasi, yang diperkirakan akan dilakukan pada November ini, saat Fumigasi Museum akan ditutup selama empat hari, Jakarta, Sabtu (12/11).

Tiga museum yang akan dilakukan fumigasi diantaranya Museum Sejarah Jakarta, Museum Joeang 45, dan Museum MH. Thamrin Jakarta.

Ketiga bangunan itu merupakan bangunan cagar budaya yang harus dijaga kondisinya agar selalu dalam keadaan terawat baik dari sisi koleksi maupun dari segi fisik bangunannya.

Pemandu yang bertugas di Museum MH.Thamrin, Untuey Supardi mengatakan memang akan ada Fumigasi yang dilakukan di Museum MH. Thamrin, namun ia tidak bisa memastikan kapan akan dilakukanya.

"Kemarin saya dengar memang akan dilakukan Fumigasi, nantinya Museum ini akan ditutup selama empat hari, diperkirakan minggu depan," katanya kepada Warta Kota Saat ditemui di Museum MH. Thamrin di Jalan Kenari II No. 15, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (12/11).

Ia mengatakan bahwa Fumigasi dilakukan untuk pencegahan adanya rayap, kecoa sehingga benda-benda sejarah didalamnya tetap terawat.

"Museum itu benda-benda didalamnya umurnya sudah tua, sebagai perawatan dan pencegahan salah satunya yaitu dilakukan Fumigasi," katanya.

Nantinya Fumigasi itu setiap beberapa titik berikan zat kimia, seperti serbuk, nanti seperti asap yang akan memenuhi ruangan.

"Yang saya tahu, nanti beberapa lantai akan dibor, nah nanti akan dimasukin serbuk itu, ada pul dibeberapa dinding juga tapi tidak di bor tapi diberikan semacam alat, namun bagaimana cara bekerjanya saya juga kurang paham, yang saya tau seperti itu," jelasnya.

Supardi menuturkan bahwa Fumigasi dilakukan setahun sekali, namun tidak hanya fumigasi saja tapi ada pula benda-benda misalnya kursi keropos nantinya akan dibawa ke laboratorium yang berada di kota tua.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved