Pilkada DKI Jakarta
Bawaslu Dalami Penolakan Warga terhadap Pasangan Ahok-Djarot
Laporan dugaan adanya dalang penolakan kunjungan calon gubernur DKI nomor urut dua masih didalami pihak Bawaslu DKI.
WARTA KOTA, MENTENG -- Laporan dugaan adanya dalang penolakan kunjungan calon gubernur DKI nomor urut dua masih didalami pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI.
Ketua Bawaslu DKI, Mimah Susanti, menyebut aksi massa yang menghalangi salah satu pasangan calon (Paslon) sudah diproses.
"Cuma, saksi masyarakat yang kita panggil gak hadir, sudah 2 kali. Pelapornya sudah kita panggil, sudah ada terlapornya, semalam, kita tunggu, nanti kita panggil lagi, Senin," kata Mimah, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/11/2016).
Bawaslu harus membuktikan apakah ada yang memang sengaja menghalangi kampanye tersebut.
"Kita lihat fenomenanya memang paslon nomer 2 akhirnya gak bisa melakukan kegiatan kampanye. Nah ini harus kita membuktikan," ucapnya.
Mimah menegaskan Bawaslu juga harus secara obyektif memecahkan masalah pelanggaran kampanye di Pilkada DKI.
"Semoga peristiwa ini terjelaskan dengan kehadiran terlapor dan saksi-saksi, bagaimana sih sebenernya peristiwa di lapangan," imbuhnya.
Sementara juru bicara tim kampanye Ahok-Djarot, Jerry Sambuaga, menyikapi aksi penolakan Paslon sepenuhnya diserahkan kepada Bawaslu beserta kepolisian.
Pasalnya, Jerry mengeluhkan tindakan provokasi yang dilakukan oleh warga saat pasangannya melakukan kampanye di beberapa titik kampanye.
"Saya pikir ini sebuah hal yang harus ditindaklanjuti secara tegas karena setiap calon memiliki hak yang sama. Sebelumnya ada deklarasi kampanye damai, saya pikir Bawaslu harus beri kepastian itu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bawaslu-dki_20161112_142212.jpg)