WNI Diculik Lagi, Ryamizard Ryacudu: Apa Namanya Kalau Bukan Ndablek?

Nada bicara Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu langsung meninggi, ketika ditanya soal kondisi dua WNI yang diculik saat melintasi perairan di Sabah.

WNI Diculik Lagi, Ryamizard Ryacudu: Apa Namanya Kalau Bukan Ndablek?
Tribunnews.com
Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan 

WARTA KOTA, GAMBIR - Nada bicara Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu langsung meninggi, ketika ditanya soal kondisi dua WNI yang diculik saat melintasi perairan di Sabah, Malaysia.

"Sudah bosan saya! Saya sudah bilang, tidak usah lewat situ lagi. Ini masih terus lewat, apa namanya kalau bukan ndablek?" tegas Ryamizard di Kantornya, Jakarta, Jumat (11/11/2016)

Ryamizard menjelaskan, sebelum dua kapten kapal asal Indonesia diculik, ia sudah mengimbau agar pekerja WNI tidak perlu melewati jalur yang tidak dijaga.

Sebab, keamanan mereka dipertaruhkan ketika tidak mengikuti jalur yang sudah ditetapkan oleh ketiga negara untuk mendapat pengawalan.

"Kami sudah bilang, lewat jalur resmi supaya dijaga. Ini kejadian lagi sekarang," imbuhnya.

Meski begitu, Ryamizard tetap akan membantu upaya penyelamatan dua kapten kapal asal Buton itu dari tangan penculik.

"Ya pasti tetap harus diselamatkan. Cuma dongkol aja bolak-balik ke situ. Ke depan bagaimana? Nanti kita jewer kalau balik lagi," semprot Ryamizard.

Dua warga Indonesia diculik di perairan Sabah, Malaysia, pada 5 November lalu. Kedua WNI yang diculik berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara.

Mereka masing-masing bekerja di dua kapal berbendera Malaysia yang berbeda, yaitu kapal SSK 00520 F dan SN 1154/4F. (Amriyono Prakoso)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved