Pilkada DKI Jakarta

Anas Effendi Diperiksa Lima Jam, tapi Terbukti Tak Ikut Kampanye Djarot

Anas menjawab, baik dan memohon izin untuk bergabung bersama Kapolres Jakarta Barat. Anas memisahkan diri.

Anas Effendi Diperiksa Lima Jam, tapi Terbukti Tak Ikut Kampanye Djarot
Kompas.com
Wali Kota Jakarta Barat, Anas Efendi. 

WARTA KOTA, BALAI KOTA -- Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, memeriksa Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi selama lima jam di di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016). 

Baca: Hadiri Kampanye Djarot, Anas Efendi Terancam Dicopot

 Pemeriksaan tersebut terkait dugaan keterlibatan Anas, dalam kampanye Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, di Kembangan, Jakarta Barat.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan telah menyimpulkan hasil pemeriksaan.
"Saya lakukan pemeriksaan dari pukul 16.00 sampai 21.00. Hasilnya, tidak ada pelanggaran terkait pelaksanaan pilkada," kata Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).
Pemeriksaan tersebut dilakukan dengan turut hadir dari unsur inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta.
"Wali Kota mempunyai tugas pemerintahan umum. Salah satunya menjaga ketertiban umum. Jika ada keributan takut menjalar harus dicegah itu tugas dia. Sah-sah saja. Dia juga tidak meneriakkan atau mengajak warga memilih salah satu pasangan calon," katanya.
Anas mengaku ketika itu sedang berada di kantornya. Hanya berjarak 200 meter terjadi aksi penolakan kehadiran Djarot.
"Kapolres Jakarta Barat menelepon Anas, memberitahu adanya aksi tersebut. Anas langsung ke lokasi," katanya.
Kemudian di tempat tersebut, lanjut Saefullah, Djarot memanggil Anas. Kemudian bersalaman.
Anas sempat duduk bersama Djarot. Saat itulah dirinya difoto.
"Djarot menanyakan kabar kepada Anas. Anas menjawab, baik dan memohon izin untuk bergabung bersama Kapolres Jakarta Barat. Anas memisahkan diri dari Djarot," katanya.
Karena itu, dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak dapat dibuktikan Anas terlibat.
Meski demikian, Saefullah mengatakan agar kejadian tersebut menjadi pelajaran PNS lainnya.
"Tapi, ini menjadi pelajaran PNS lain agar tidak datang ke tiga paslon saat berkunjung ke satu wilayah.  arusnya didelegasikan ke Satpol," katanya.
Saefullah mengaku, sudah membuat nota dinas atas hasil pemeriksaan tersebut.
Ia akan melaporkannya ke Plt Gubernur.
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved