Kamis, 7 Mei 2026

Rekonstruksi Pembunuhan Kopi Beracun di Depok

Dukun palsu di Depok memeragakan 36 adegan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan yang menjeratnya.

Tayang:
Penulis: Budi Sam Law Malau |
Polisi Depok mengungkap kasus pembunuhan dua pria dengan modus kopi beracun sianida. 

WARTA KOTA, DEPOK-Anton Herdianto (32) alias Aji, dukun palsu tersangka pembunuh Shendy Eko Budianto (27) dan Ahmad Sanusi (20) dengan kopi beracun bercampur potasium sianida, menjalani rekonstruksi yang digelar penyidik Polresta Depok di Lapangan Kampung Serab, Sukmanajaya, Rabu (9/11/2016) sore.

Lokas rekonstruksi adalah tempat dimana Anton mengeksekusi kedua korbannya.‬

Ia memperagakan 36 adegan rekonstruksi muilai dari pertemuan tersangka dengan kedua korban, hingga waktu pembunuhan pada Jumat (30/9) lalu.

"Ada 36 adegan yang diperagakan pelaku dalam rekonstruksi tadi," kata Wakasat Reskrim Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus, Rabu.

Menurutnya dalam rekonstruksi ini Anton dibawa ke lokasi dimana ia mengeksekusi korban dengan kaki terborgol.

Rekonstruksi ini katanya dihadiri pula oleh kuasa hukum korban yang disediakan polisi serta pijhak kejaksaan.

"Kita lakukan rekonstruksi ini sebelum berkas dilimpahkan ke kejaksaan," katanya.

Dalam rekonstruksi itu kata dia, Anton mengambil potasium dari rumah pamannya di kawasan Mekarjaya, setelah sebelumnya bertemu dengan kedua korban.

Kemudian Anton membeli tiga kopi dan satu teh yang sudah diseduh. Sementara potasium sianida atau racun ikan, dicampur dengan air yang dimasukan ke botol.

Setelah sampai di Lapangan Kampung Serab, Anton mencapur kopi dengan air yang telah dicampur potasium sianida di dalam botol. ‬

‪"Ia menyimpan botol air yang tercampur potasium ke dalam ban yang ada di lapangan. Selanjutnya ia meminta kedua korban meminum kopi, yang sudah dicampur potasium sianida. Dalihnya itu bagian dari ritual untuk penarikan emas batangan," katanya.

‪Menurutnya, salah seorang korban sempat curiga dan mempertanyakan bau kopi yang tidak biasa.

"Tapi tersangka meminta kedua korban agar secepatnya meminum kopi tersebut, karena mereka akan jalan lagi untuk penarikan emas," katanya.

Akhirnya Shendy dan Ahmad meminum kopi beracun itu dsa keduanya langsung sesak napas dan mual-mual.

"Tidak sampai satu menit mereka sesak nafas dan mual. Shendy langsung jatuh tersungkur ke tanah dan tidak berdaya. Sedangkan Ahmad jatuh terlentang tak sadarkan diri," katanya.

Kemudian, Anton membalikkan tubuh Ahmad, yang semula terlentang ke posisi tengkurap. Ia mengambil kunci kontak korbannya yang ada di kantong celana belakang di samping kiri. ‬

‪Ia kemudian mengambil mobil korban yang diparkir di pinggir jalan dan membawanya masuk ke tengah lapangan.

‪"Lalu Anton mengangkat kedua korbannya masuk ke mobil dan membuang jasad korban di kawasan Limo, di dua tempat berbeda untuk menghilangkan jejak," kata dia.

Keesokannya, mayat Shendy ditemukan di kali di Jalan Pertanian Raya RT 5 RW 4 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo. Sedangkan jasad Ahmad ditemukan di dalam drainase di Jalan Makam Kopo RT 9 RW 9 Kelurahan/Kecamatan Limo, Sabtu, 1 Oktober 2016.‬

Anton berhasil ditangkap bersama temannya R di Tulang Bawang Lampung, Lampung, keesokan harinya.

Saat itu Anton hendak kabur dengan membawa mobil korban dan berniay menjualnya di Palembang.

"Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP karena diduga melakukan pembunuhan berencana. Ancamannya penjara seumur hidup," kata Firdaus.

Menurut Firdaus, rekonstruksi berjalan lancar dan semakin memperjelas adanya unsur dugaan pembunuhan berencana dalam kasus ini.

Sebelumnya Anton mengaku melakukan aksinya karena terinspirasi dari kasus pembunuhan dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso atas rekannya Wayan Mirna Salihin

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved