Pilkada DKI Jakarta

Kotak Badja Sebut Buni Yani sebagai Provokator

Ketua Kotak Badja Muannas Alaidid, menyebut Buni Yani sebagai provokator pertama yang menimbulkan kegaduhan.

Kotak Badja Sebut Buni Yani sebagai Provokator
Faizal Rapsanjani
Ketua Komunitas Advokasi Basuki-Djarot (Kotak Badja), Muannas Alaidid, di rumah Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016). 

WARTA KOTA, MENTENG - Ketua Komunitas Advokasi Basuki-Djarot (Kotak Badja), Muannas Alaidid, menyebut Buni Yani sebagai provokator pertama yang menimbulkan kegaduhan.

"Iya kalau dikerucutkan benang merahnya karena buni yani. Dan masa berfikir orang sedih didahulukan dengan postingan dia. Dia belum tentu lihat video, dia bisa baca tulisan nggak ada kata pakai," kata Muannas, di rumah Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/11).

Menurutnya, kegaduhan yang dibuat oleh Buni Yani, bertepatan dengan momentum Pilkada DKI 2017.

Tentunya, hal tersebut disayangkan pihaknya, karena merugikan Paslon petahana.

"Bukan persoalan hukum, pasti banyak kepentingan yg bermain. Menjaga paslon, petahana paling terkuat. Supaya ini tidak menunjukan keresahan, kita serahkan ke polisian," jelasnya.

Pun Kotak Badja mendukung penuh pihak kepolisian dalam mengusut kasus dugaan penistaan Agama oleh Ahok.

"Apakah ada tindak pidana yang dilakukan unsurnya memenuhi bukti-bukti yang ada kita mendukung transparan. Biar rakyat tau," kata Muannas.

Sementara itu, Kotak Badja menilai, konferensi pers yang dilakukan Buni Yani, Senin (7/11) kemarin, sebagai bentuk cuci tangan dan pengalihan isu.

"Karena Buni Yani lah sebab Utama dari segala kekisruhan ini yang menyebabkan Pak Basuki Tertuduh melakukan Pidana Agama dan menciptakan keresahan di-tengah masyarakat," katanya. (Faizal Rapsanjani)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved