Breaking News:

Transjakarta Gandeng Operator dari pada Ditinggal Masyarakat

Nantinya, semua bus hasil kerja sama dengan operator kendaraan umum bisa menggunakan nama Transjakarta.

Kompas.com
Bus-bus transjakarta mengantre untuk tiba di halte Monas, Jakarta Pusat, untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, Kamis (1/10/2015). 

WARTA KOTA, GAMBIR --

Rencana PT Transjakarta untuk menggandeng operator bus swasta secara langsung diapresiasi oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Keputusan kerjasama tersebut pun selayaknya diambil oleh operator bus swasta ketimbang keberadaannya semakin tertinggal dan dilupakan masyarakat.

Revitalisasi armada bus sedang milik operator swasta yang kini tengah dilakukan oleh PT Transjakarta diungkapkan Wakil Kepala Dinas DKI Jakarta Sigit Widjatmoko merupakan upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pasalnya, seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan serta tarif yang ditawarkan oleh Transjakarta, dikhawatirkan keberadaan angkutan umum swasta akan semakin tertinggal.

"Daripada ditinggal masyarakat, lebih baik kami menggandeng operator kendaraan umum untuk terintegrasi. Tujuannya kan sama, memajukan angkutan umum," ungkapnya.

Selain pertimbangan tersebut, revitalisasi bus sedang katanya termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD) DKI Jakarta. Sehingga, peremajaan bus sedang dapat dilakukan dengan pengadaan langsung oleh PT Transjakarta ataupun bergabung dengan operator kendaraan.

"Nantinya, semua bus hasil kerja sama dengan operator kendaraan umum bisa menggunakan nama Transjakarta atau sebagai mitra Transjakarta. Soal kerjasama itu bisa ditanyakan ke Transjakarta atau operatornya," jelasnya.

Berdasarkan rapat pimpinan beberapa waktu lalu, PT Transjakarta diungkapkannya menargetkan memiliki sebanyak 3.460 unit bus aktif pada tahun 2017 mendatang. Dalam operasionalnya, PT Transjakarta pun telah mengusulkan dana Public Service Obligation (PSO) atau subsidi sebesar Rp 3,2 triliun untuk menawarkan tarif murah.

"Revitalisasi bus operator kendaraan umum ini dilakukan untuk mewujudkan target Transjakarta tahun 2023 yang tidak lagi bergantung pada subsidi. Untuk itu, kerjasama yang terjalin pada tahun 2017 diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan lain," tutupnya.

Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved