Demo Ahok

Dituduh Ikut-ikutan Melempar Blokade Aparat, Ini Kata Guntur

Menanggapi hal tersebut, Guntur membantah tudingan dari masyarakat yang saat ini memojokannya.

Dituduh Ikut-ikutan Melempar Blokade Aparat, Ini Kata Guntur
Rangga Baskoro
Guntur, seorang camera person Kompas TV 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, SENEN - Beredar foto di media sosial (medsos) saat Guntur, seorang camera person Kompas TV, hendak diamankan pihak kepolisian ketika unjuk rasa berlangsung, Jumat (4/11) silam.

Ia diduga menjadi provokator karena ikut-ikutan melempari blokade aparat.

Baca: Kameramen Kompas TV Laporkan Pemukulan Salah Satu Ormas

Menanggapi hal tersebut, Guntur membantah tudingan dari masyarakat yang saat ini memojokannya.

"Kalau saya dibilang lempar botol, kan banyak beredar di medsos saya lempar botol kan? Posisi saya waktu itu lagi bawa kamera yang beratnya 4 kilogram. Ditambah alat yang buat live, beratnya 10 kilogram lebih," ujar Guntur di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senen, Minggu (6/11/2016).

Baca: Azzam Mujahid Izzulhaq, Pemilik Akun Facebook yang Tuding Guntur Sebagai Provokator Minta Maaf

Ia menambahkan, dengan kondisi sedang melakukan perekaman, tidak mungkin baginya untuk melempar botol air mineral ke arah blokade aparat kepolisian.

"Kalau saya gerak aja gambarnya udah goyang. Apalagi saya mesti ngelempar sambil saya ngerekam sendiri. Saya juga enggak kebayang gimama caranya saya lempar aqua sambil ngerekam sendiri," katanya.

Guntur yang berasal dari Kompas TV menyatakan hanya mengenakan ID Pers dan kemeja hitam polos yang bukan merupakan seragam Kompas TV.

"Saya hanya pakai ID Card saja," tuturnya.

Baca: Breaking News: Pukul 18.30 Massa Pendemo Ahok Ngamuk, Bentrokan Terjadi

Tindakan pemukulan dan perampasan secara paksa dilaporkannya ke pihak Polres Metro Jakarta Pusat.

"Ada dua pasal. Kekerasan sama perampasan barang. Sekarang sih masih penyelidikan. Ini saya baru pertama dipanggil. Kemarin saya baru buat laporan saja. Sabtu dini hari saya ke sini (Mapolres Jakpus)," kata Guntur.

Ia berharap oknum yang melakukan pemukulan dan perampasan bisa diproses secara hukum, karena profesinya dilindungi oleh Undang-Undang Pers.

"Saya harap, pelaku diproses hukum. biar mereka sadar kalau jurnalis itu dilindungi UU. Bukan sembarang kerja. Karena (kalau) didiemin, mereka beranggapan bisa melakukan (pemukulan dan perampasan) kepada kami tanpa proses hukum," pungkasnya. 

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved