Kamis, 23 April 2026

Sekolah Tarakanita Bagi Benih Tanaman dan Operasi Semut di Area Bebas Kendaraan

Yayasan Tarakanita Jakarta memperingati HCPSN dengan membagikan 3.000 benih tanaman dan operasi semut di area bebas kendaraan di Jalan MH Thamrin.

Jalan santai dan aksi peduli lingkungan Yayasan Tarakanita Jakarta di kawasan Monas. 

WARTA KOTA, MONAS-Untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), Yayasan Tarakanita Wilayah Jakarta menggelar aksi peduli lingkungan di kawasan bebas kendaraan di Jalan MH Thamrin, Minggu (6/11/2016). Aksi berupa jalan santai sambil operasi semut memunguti sampah dan membagikan benih tanaman kepada para pengunjung diikuti 490 orang dari kalangan guru, karyawan, dan sebagian anak didik sekolah Tarakanita.

Peserta jalan santai dilepas Sekretaris Eksekutif Yayaran Tarakanita Suster Laurentina Setyasminarti CB dari Silang Monas Barat Daya sekitar pukul 07.00. Para peserta membawa plastik besar berwarna biru untuk mengumpulkan sampah organik dan plastik merah untuk sampah anorganik. 

Operasi semut Tarakanita
Operasi semut kumpulkan sampah organik dan anorganik.

Di sejumlah titik seperti Bundaran Hotel Indonesia yang ramai, peserta membagikan sekitar 3.000 benih tanaman kepada para pengunjung. Kegiatan yang sama mereka lakukan di depan Gedung Jaya. Di tempat ini Marching Band Korsp Putri Tarakanita memeriahkan suasana dengan memainkan beberapa lagu. Ribuan warga yang pagi itu berolahraga memadati area sekitar gedung untuk menonton penampilan drumband kebanggaan SMA Tarakanita itu.

Petugas Humas Panitia Jalan Santai Heribertus Andreas Wagiman mengatakan, sampah yang terkumpul akan ditimbang petugas Dinas Kebersihan DKI dan ditampung di Bank Sampah. Sampah-sampah itu nantinya akan diolah menjadi aneka barang daur ulang dan kompos.

Di seluruh Jakarta saat ini terdapat 400 Bank Sampah dengan nasabah sekitar 80.000 orang. Sampah yang terkumpul di bank itu diolah dipilah-pilah. Sampah anorganik terutama yang berbahan plastik diolah menjadi aneka barang daur ulang dan sampah organik diolah menjadi kompos. 

"Acara memungut dan memilah sampah itu bentuk aksi nyata kepedulian pada lingkungan. Kami sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih sadar menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari diri sendiri. Ini sejalan dengan semangat yayasan yang mengutamakan kecintaan pada lingkungan," tutur Wagiman.

Sampah organik
Sampah organik dan anorganik dipisahkan dan ditampung di Bank Sampah untuk diolah menjadi aneka barang daur ulang dan kompos.

Sejumlah sekolah di lingkungan Yayasan Tarakanita meraih sejumlah penghargaan dari pemerintah terkait kepedulian pada lingkungan.

Beberapa diantaranya SD Tarakanita 3 yang dipimpin Floriberta Endar Artika mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri 2016, SD Tarakanita 2 mendapat penghargaan Adiwiyata, dan Kepala Sekolah SD Tarakanita 5 Paula Ruliyati mendapat Kalpataru tingkat Jakarta. Di lingkungan sekolah Tarakanita, kecintaan pada lingkungan diterapkan pada segala aspek pembinaan dan sudah menjadi kebiasaan seluruh insan sekolah. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved