Demo Ahok

Pengamat LIPI : SBY Provokator!

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai telah menjadi provokator lewat pidatonya terkait Pilkada DKI 2017.

Pengamat LIPI : SBY Provokator!
youtube.com
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menanggapi rencana aksi unjuk rasa di depan Istana, Negara, pada Jumat (4/11), terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga bermuatan penistaan agama. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Ditengah memanasnya situasi keamanan Negara menjelang unjuk rasa Jumat (4/11), mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai malah memperkeruh suasana dengan pidatonya.

Baca: Politisi PDIP: Seharusnya SBY Menjadi Penyejuk

Demikian diungkapkan pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesa (LIPI) Syamsuddin Haris.

Baca: SBY: Jangan sampai Ada Anggapan Dont Touch Ahok

“SBY sudah jelas-jelas memprovokasi, dia memanas-manasi situasi dengan pidatonya,” ujarnya dalam forum diskusi wartawan peduli kebhinekaan, di Hotel Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2016).

Baca: SBY: Jika Polisi Periksa Ahok, Hal ini yang Dirasakan Anies dan Agus

Menurutnya, dengan pidatonya tersebut, SBY bahkan telah mensejajarkan dirinya dengan pimpinan FPI, Rizieq Shihab.

“Perseteruan antara SBY dan Megawati tidak pernah tuntas meski Pilpres sudah lama sekali selesai. Ini menyimpan bara api relasi sosial hingga semua unsur bangsa,” ujarnya.

Seperti diketahui, SBY pidato di rumahnya di Cikeas mengomentari rencana unjuk rasa besar-besaran.

“Jadi kalau ingin negara kita ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, jangan salah kutip, negara ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan.

Pak Ahok ya mesti diproses secara hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum. Ingat quality before the law. Itu bagian dari demokrasi, negara kita negara hukum.

Kalau perlu diporses tidak perlu ada tudingan Pak Ahok tidak boleh disentuh. Bayangkan do not touch Pak Ahok, bayangkan,” ujarnya.

Penulis: Ahmad Sabran
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved