Kamis, 9 April 2026

Djarot Blusukan Cari Anak DKI Belum Punya KJP di Cengkareng

Djarot mengumpulkan warga di sebuah masjid di Jalan Merdeka Sari, RT 22/12, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, blusukan mencari anak DKI yang belum memiliki kartu jakarta pintar (KJP) di pemukiman padat di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (30/10/2016). 

WARTA KOTA, CENGKARENG - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, blusukan mencari anak DKI yang belum memiliki kartu jakarta pintar (KJP) di pemukiman padat di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (30/10/2016).

Djarot mengumpulkan warga di sebuah masjid di Jalan Merdeka Sari, RT 22/12, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Di lokasi ini, Djarot sempat bertanya kepada warga setempat apakah sudah mendapat Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang digagas Joko Widodo kala menjadi Gubernur DKI Jakarta 2012 dan dilanjutkan Basuki Tjahaja Purnama merata atau tidak.

"‎Ada yang belum mendapat Kartu Jakarta Pintar (KJP) di sini?" tanya Djarot kepada warga, Minggu (30/10) siang.

Tapi tak satupun warga yang hadir mengaku belum merasakan salah satu program andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta itu.

Walau demikian, Djarot meminta kepada warga yang berada di Jalan Merdeka Sari untuk melaporkan ke Lurah setempat bila menemukan tetangga sekitarnya belum mendapatkan kartu sakti tersebut.

"Kalau belum, ‎tolong nanti data, datang ke Kelurahan urus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Minta KJP," kata Djarot.

Djarot mengungkapkan, sejak 2015 silam, ASEAN Free Trade Area (AFTA) sudah berlangsung di Jakarta. Untuk menghadapinya, warga Jakarta yang berusia produktif (Pelajar) harus mampu bersekolah. Karena itu, KJP diyakini mampu mengentaskan permasalahan ketidakmampuan warga Jakarta bersekolah.

"Kita tidak ingin, tidak boleh di Jakarta, anak-anak tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya. Yang belum dapat KJP, lapor," pintanya.

Djarot pun berharap, pelajar yang telah memiliki KJP harus belajar keras untuk keluar menjadi pelajar yang berprestasi. Sebab, tahun ini, kata Djarot, KJP akan ditingkatkan hingga perguruan tinggi negeri (PTN).

"Selama ini cuma sampai SMA. Tahun ini kita tingkatkan hingga PTN. Tapi yang boleh dapat KJP ke PTN hanya pelajar yang berprestasi," kata Djarot.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved