Breaking News:

Aksi Mogok Kerja Sopir Tangki, Pertamina Siapkan Satgas BBM

PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan satgas dan sejumlah langkah untuk mengantisipasi aksi mogok massal sopir tangki BBM.

Penulis: | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Ancaman sopir tangki mogok secara besar-besaran. 

WARTA KOTA, KOJA-Sekitar 1.200 sopir truk atau awak mobil tangki (AMT) PT Pertamina Patra Niaga akan  mogok kerja pada 1 November 2016 mendatang. Untuk mengantisipasi aksi tersebut, Pertamina akan menyiapkan AMT cadangan, dibantu armada dari Divisi Perbekalan dan Angkutan TNI. 

"PT Pertamina mengakui hingga saat ini belum ada solusi tentang tuntutan para pekerja AMT yang menggelar aksi unjuk rasa kemarin. Akan tetapi, antara AMT dengan kami tidak memiliki hubungan kerja secara langsung. Hal itu karena kami menggunakan perusahaan ketiga yang dimana kami hanya untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM) AMT itu dengan sistem borongan dan masa kontrak dua tahun sekali," papar Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Soni Arsono Kuswardanu, pada Kamis (27/10/2016).

Ia menjelaskan, para AMT yang saat ini bekerja di depot Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang, ditangani langsung PT Sapta Sarana Sejahtera. Perusahan tersebut ditunjuk langsung oleh pihak PT Pertamina Patra Niara sebagai perusahaan vendor outsourcing.

"Setiap pergantian dua tahun ini, pastinya akan digantikan dengan awak-awak baru. Tentu saja hak-hak para pekerja juga sudah dipenuhi, baik dari segi baik pesangon hingga hak tunjangan lainnya sesuai UU," tuturnya.

Soni menambahkan, upah yang diberikan kepada AMT juga sudah sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) di Jakarta. Selain itu, sebagai pengganti upah lembur, AMT diberikan tunjangan kinerja atau performa yang dimana tidak bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Ketenagakerjaan di Indonesia.

"Sesuai dengan Peraturan Nomor 4 tahun 2009 oleh pihak Menteri Tenaga Kerja. Sementara, uang tunjangan Minyak dan Gas (Migas) sudah tidak berlaku lagi. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 27 tahun 2000 sudah mengganti dengan santunan para pekerja di pertambangan minyak dan gas bumi dalam bentuk pesangon," paparnya.

Soni menjelaskan, untuk mengantisipasi aksi mogok kerja, PT Pertamina Patra Niaga akan mendayagunakan AMT cadangan dan angkutan dari TNI. 

Masyarakat diminta tidak perlu khawatir karena perusahaan akan berupaya memenuhi kebutuhan dan pelayanan distribusi BBM kepada masyarakat melalui SPBU dengan lancar.

"Pihak Perseroan akan melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan adanya aksi unjuk rasa. Selain itu, kami akan meningkatkan pasokan BBM ke sejumlah titik SPBU di H-7 dan H+7, dengan membentuk tim Satuan tugas untuk melakukan pengawasan dan koordinasi terpadu," ungkapnya.

Terkait polemik jam kerja, pihak PT Patra Niaga melihat para AMT itu bekerja selama empat hari kerja dan dua hari libur, dengan dua shift kerja sehari. Itu berarti masing-masing selama 12 jam.

"Selain itu, mengenai pemutusan hubungan kerja itu adalah kewenangan pihak outsourcing. Itu pun di luar tanggungjawab kami," ucapnya.

Sementara itu, Area Manager Communication dan Relations PT Pertamina Region Jawa bagian Barat, Yudi Nugraha mengatakan, aksi demo yang dilakukan puluhan AMT Pertamina Patra Niaga tidak mempengaruhi operasional. Pasokan distribusi BBM di Jabodetabek dan sekitarnya tetap aman.

"Perlu diketahui, ada sopir yang menolak aksi mogok kerja tersebut. Kami pun akan meminta pihak Patra Niaga bersama vendor untuk sama-sama tangani masalah ini. Setidaknya, masalah ini pun tidak berlarut-larut. Kami akan concern ketersiadaan BBM di seluruh jaringan SPBU di Jawa Bagian Barat," tutup Yudi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved