Pedagang Kaki Lima

Dinas UMKMP DKI Bagikan 38 Gerobak Gratis untuk PKL Binaan di Jaksel

Dinas UMKMP DKI Jakarta membagikan sebanyak 38 gerobak gratis bagi pedagang kaki lima (PKL) binaan di wilayah Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2016).

Dinas UMKMP DKI Bagikan 38 Gerobak Gratis untuk PKL Binaan di Jaksel
Warta Kota/Gopis Simatupang
Dinas Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (UMKMP) DKI Jakarta membagikan gerobak gratis bagi pedagang kaki lima (PKL) di Pujasera Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2016). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU - Dinas Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (UMKMP) DKI Jakarta membagikan sebanyak 38 gerobak gratis bagi pedagang kaki lima (PKL) binaan di wilayah Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2016).

Gerobak yang disalurkan Dinas KUMKMP itu berbahan stainless steel dan disebut bisa bertahan hingga 10 tahun.

Gerobak-gerobak itu akan menggantikan gerobak lama milik pedagang yang rata-rata telah berumur lima tahun.

Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta, Irwandi, mengatakan, ke-38 gerobak itu dibagikan di empat lokasi, antara lain 29 gerobak untuk PKL di Pujasera Blok S, Kebayoran Baru, serta 9 gerobak lainnya di Loksem JS 14 (samping Blok S), Loksem Halimun, Setiabudi, dan Loksem Taman Bakrie, Setiabudi.

Berdasarkan data, secara total terdapat 87 loksem di Jakarta Selatan dengan jumlah pedagang lebih dari 2.600 orang.

Nantinya, seluruh PKL juga akan mendapat gerobak baru secara bertahap.

"Selama ini kan pedagang hanya memakai gerobak dari kayu, kan nggak enak. Nah, karena Blok S juga sudah dipugar, sekarang kita berikan gerobak baru berbahan stainless steel secara gratis, dengan prinsip gerobak tukar gerobak," ujar Irwandi saat ditemui di Pujasera Blok S, Selasa (25/10/2016).

Dia mengatakan, biaya pembuatan gerobak itu mencapai Rp 7,8 juta persatu gerobak. Sedangkan bila membuat sendiri bisa menghabiskan sekitar Rp 10 juta.

Ada tiga varian gerobak yang dibagikan, antara lain varian satu untuk pedagang bakso dan sejenis, varian dua untuk pedagang nasi goreng dan sejenis, serta varian tiga untuk pedagang minuman.

Tiap gerobak diberi nomor berbeda sesuai data pedagang sehingga petugas Dinas KUMKMP bisa melakukan pemantauan agar gerobak tersebut tidak berpindah tangan.

"Kalau ketahuan dijual atau disewakan ancamannya pidana pencurian aset Pemda. Kalau dicuri pasti ketahuan, karena gerobak ini dibuat khusus untuk Dinas UMKMP, tidak ada gerobak lain yang sama."

Irwandi menjelaskan, pembagian ke-38 gerobak ini merupakan bagian dari gelombang pertama program penyaluran 600 gerobak kepada PKL binaan di DKI Jakarta tahun 2016.

"Gelombang pertama ini kita bagikan 200 gerobak. Gelombang kedua bulan depan 200 gerobak, dan gelombang tiga bulan Desember 200 gerobak," jelas Irwandi.

Dia menambahkan, tahun 2017 Dinas KUMKMP juga berencana memberikan etalase baru untuk pedagang secara gratis.

Pemberian gerobak ini, tutur Irwandi, bertujuan untuk melengkapi fasilitas pedagang sebagai binaan Pemprov DKI.

Bila gerobaknya bagus, bersih, tidak kumuh, diharapkan pembeli akan datang sehingga penghasilan pedagang bisa meningkat.

"Jadi kalau ada tamu dari daerah atau luar negeri mereka bisa melihat bahwa PKL di DKI Jakarta sudah tertata rapi dan modern. Ini sesuai dengan visi-misi Pak Gubernur, yaitu otak penuh, perut penuh, dan dompet penuh. Kalau dagangannya laku kan otomatis dompet penuh," kata Irwandi.

Haji Joni, salah satu pedagang yang merupakan pemilik warung Bakso dan Siomay Pak Joni, mengaku gembira atas pemberian gerobak baru tersebut.

Dia mengharapkan pemberian gerobak ini bisa meningkatkan pendapatannya.

"Gerobaknya jauh lebih bagus dibandingkan gerobak yang lama. Saya juga senang karena untuk dapat gerobak ini nggak perlu bayar, cuma bayar retribusi Rp 4.000 perhari," kata Haji Joni.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved