Proyek Normalisasi Waduk Pluit Dinilai Warga Lamban
Proyek normalisasi Waduk Pluit, yang berlokasi di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, hingga kini masih terus berlangsung, Senin (24/10/2016).
WARTA KOTA, PENJARINGAN - Proyek normalisasi Waduk Pluit, yang berlokasi di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, hingga kini masih terus berlangsung, Senin (24/10/2016).
Namun, proyek normalisasi waduk yang memiliki luas hingga 60 hekatare tersebut, dinilai para warga sekitar terbilai sangat lamban.
Pantauan Warta Kota, terlihat sebuah alat besar bertengger di bibir Waduk Pluit.
Alat digunakan untuk memancang tiang beton atau sheetpile itu nampak beroperasional.
Sejumlah pekerja yang ada di lokasi, terpantau sibuk menghancurkan atas tiang pancang sore saat itu.
Saat diwawancarai salah satu pekerja di lokasi, Maman (39) mengatakan sudah sebulan lamanya, proyek sheetpile dilakukan.
"Sudah sebulan. Ya seluruh waduk ini bakalan di sheetpile, biar rapih dan airnya enggak ampe meluap ke jalan. Walaupun belum pernah sama sekali meluap. Entah kapan selesainya, enggak tahu juga," ungkapnya lalu kembali bekerja.
Sementara itu, sejumlah warga yang bermukim di sekitaran Waduk Pluit, Nana (33), mengakui tak tahu menahu jika Waduk Pluit di salah satu bagian sisinya sedang di sheetpile.
"Kalau di sheetpile, saya kurang tahu. Sesekali memang saya perhatikan, banyak sekali tiang-tiang beton disenderkan dibibir Waduk Pluit ini pak. Kalau memang di sheetpile, saya pun sama sekali enggak tahu kapan itu waduknya selesai diturap. Paling-paling tahun depan pak," papar Nana saat ditemui di area Jalan Inspeksi Waduk Pluit.
Warga lainnya, Indra (40) tahu jika normalisasi Waduk Pluit sudah berlangsung sebulan lebih yang lalu.
Menurut warga yang tinggal dekat Waduk Pluit, atau tak jauh dari bantaran Kali Gendong ini mengatakan, setiap malam dirinya melihat sebuah truk pengangkut tiang pancang beton ke Waduk Pluit.
"Jadi terakhir saya lihat truk-truk entah itu dari mana, datang bawa setumpukan tiang pancang beton buat turap ini Waduk Pluit. Sebulan yang lalu kalau enggak salah. Nah, baru deh sedikit demi sedikit itu pinggiran waduknya langsung diturap. Tapi kadang sepotong-potong petugas kerjanya. Kadang enggak beroperasi kadang ya beroperasi," jelasnya.
Ayah dua anak ini melanjutkan, saat proyek itu berlanjut, yang paling menganggu itu yakni alat-alat beratnya menutup sebagian jalan di sini mas.
"Memang dikerjakan petugas itu sedikit-sedikit, apa bagaimana ya, saya juga enggak ngerti. Lamban saja saya lihat kerjanya. Padahal kalau dipercepat, juga pasti jadi bagus lah hasilnya. Waduk Pluit jauh lebih rapih lagi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20160823-pancang-tiang_20160823_213532.jpg)