Halte Busway Stasiun Cawang Diteror Orang Tak Dikenal
Peristiwa teror itu diketahui berdasarkan laporan dua saksi yang merupakan penjaga Halte Cikoko Stasiun Cawang, Rudi Hermawan (35) dan Mansur (40).
WARTA KOTA, TEBET -- Aksi teror terhadap halte busway Transjakarta kembali terulang.
Kali ini, terjadi di Halte Cikoko Stasiun Cawang (arah Pinang Ranti), Jalan MT Haryono, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Sebagian kaca halte pecah akibat dirusak orang tak dikenal pada Minggu (23/10/2016) dini hari.
Polisi masih menyelidiki penyebab pecahnya kaca halte tersebut, apa karena lemparan benda keras atau akibat ditembak.
Polisi juga masih menelusuri siapa pelaku di balik aksi teror tersebut.
"Pelakunya diduga dua orang pria yang mengendarai sebuah motor matik yang belum diketahui identitasnya," ujar Kepala Polsek Metro Tebet, Komisaris Nurdin A Rahman, Minggu (23/10/2016).
Nurdin mengatakan, peristiwa teror itu diketahui berdasarkan laporan dua saksi yang merupakan penjaga Halte Cikoko Stasiun Cawang, Rudi Hermawan (35) dan Mansur (40).
Kejadian berlangsung sekitar pukul 02.20.
Ceritanya, sekitar pukul 02.20 Mansur tiba-tiba dikagetkan oleh suara pecahan kaca. Dalam suasana gelap, dia kemudian mencari sumber suara. Tak lama kemudian, dia mendapati kaca halte telah pecah. Namun dia tidak memperhatikan penyebab pecahan itu, apa karena dilempar atau ditembak mrnggunakan peluru gotri.
Beberapa saat sebelum kejadian, Mansur sempat melihat ada sepeda motor tengah melintas dari arah Slipi yang dikendarai dua orang pria. Namun gambaran kedua pria tersebut tidak jelas karena kondisi gelap. Motor itu juga telah keburu menghilang.
Karena tidak bisa mendapatkan pelaku, Mansur lalu memanggil Rudi dan memberitahukan kejadian tersebut. Kemudian keduanya melaporkan peristiwa itu ke Mapolsektro Tebet.
Berdasarkan penuturan saksi, di sisi seberang sekitar tiga jam sebelumnya, atau kira-kira pukul 23.50, kaca halte busway Cikoko arah Slipi yang masuk wilayah Pengadegan, Kecamatan Pancoran, juga pecah diduga akibat dirusak oleh pelaku yang sama.
"Petugas masih melakukan pemeriksaan saksi dan penyelidikan. Kami juga telah menyita barang bukti berupa pecahan kaca," ujar Nurdin.
Aksi teror menyasar halte bus Transjakarta di wilayah Jakarta Selatan bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya, beberapa tahun lalu juga terjadi serangan terhadap halte busway Pancoran. Kaca halte pecah dirusak orang tak dikenal. Saat itu, di lokasi kejadian polisi menemukan peluru gotri.