Jumat, 17 April 2026

Jelang Dirilis di Indonesia, Film '#66' Raih Penghargaan Internasional

Dengan menangnya film '#66' di Houston, London dan Los Angeles, saya merasa mendapatkan pengakuan karena film kita dapat diterima dan disukai.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Poster Film '#66' 

WARTA KOTA, MAKASAR - Film '#66' berhasil meraih sejumlah penghargaan internasional jelang dirilis di Indonesia pada 17 November 2016.

Film karya Asun Mawardi ini tercatat berhasil membawa pulang penghargaan dari Worldfest Houston untuk kategori Theatrical Features Film Awards.

Khusus kategori ini '#66' mendapatkan Platinum Remi Award.

Tidak hanya itu, film bergenre drama action tersebut juga sukses dalam pagelaran International Filmmaker Festival of World Cinema London 2016 untuk kategori Best Supporting Actress in a Foreign Language Film dan Best Sound Design.

Film '#66' juga membawa pulang kategori Best Fight Choreographer Feature Film dalam ajang Internasional Film Festival 2016.

"Dengan menangnya film '#66' di Houston, London dan Los Angeles, saya merasa mendapatkan pengakuan karena film kita dapat diterima dan disukai oleh mereka," ujar Asun Mawardi selaku pemain, produser, sutradara dan penulis film '#66' dalam keterangannya, Jumat (21/10).

Dengan sederet penghargaan yang didapat, Asun berharap film produksi Creative Motion Pictures tersebut bisa diterima penonton di Indonesia.

Asun juga tetap optimis dengan film terbarunya itu meski film bergenre action sangat jarang diangkat oleh sineas Tanah Air.

"Semoga film ini mendapatkan sambutan positif oleh penonton di Tanah Air dan memberikan warna baru dalam industri film kita," tambah Asun.

Film yang dibintangi oleh Donita, Fandy Christian dan Ricardo Silenzie itu berkisah tentang seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan membunuh seorang informan polisi untuk melindungi sebuah organisasi kriminal.

Namun bukannya melaksanakan tugas, ia malah kabur dengan uang bayarannya tersebut ke luar kota demi meninggalkan kehidupan kriminalnya.

Kini sang pembunuh itu dihadapkan pada pilihan untuk tetap loyal dengan pekerjaannya atau melindungi keluarganya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved