SMA Negeri 75 Jakarta Utara Berharap, Bisa Sabet Adiwiyata Tingkat Nasional

SMAN 75 Jalan Tipar Cakung, Semper Barat, Jakarta Utara terus berbenah menghadapi penilaian sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

SMA Negeri 75 Jakarta Utara Berharap, Bisa Sabet Adiwiyata Tingkat Nasional
Warta Kota/Joko Supriyanto
Peserta lomba Adiwiyata, SMAN 75 di Jakarta Timur. 

WARTA KOTA, CAKUNG -- SMAN 75 Jalan Tipar Cakung, Semper Barat, Jakarta Utara terus berbenah menghadapi penilaian sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

Program Adiwiyata merupakan salah satu program dari Kementrian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup sehingga diharapakan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan Sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang kurang baik.

Sahrudin Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengatakan, sebelumnya SMAN 75 telah mendapatkan penghargaan sebagai sekolah adiwiyata tingkat kabupaten dan tingkat provinsi.

“Secara bertahap kami sudah mendapatkan Adiwiyata tingkat provinsi dan walikota. Sekarang persiapan ke tingkat nasional,” ujarnya, saat diwawancara Warta Kota, Kamis (20/10/2016).

adiwiyata
Peserta lomba Adiwiyata di Jakarta.

Beberapa pekan lalu sekitar tanggal delapan SMAN 75 masuk dalam Adiwiyata tingkat nasional, Dia mengatakan, penilaian sekolah adiwiyata tingkat nasional sudah dilakukan namun masih dalam sifat verifikatif, nantinya akan ada petugas lagi untuk melakukan penilaian secara langsung.

"Kemarin, sudah ada tim yang menilai namun masih dalam sifat verifikatif, nantinya akan ada tim secara langsung menilai dengan cara menanyakan kepada siswa," katanya.

Dia berharap, SMAN 75 bisa mendapatkan predikat sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

“Beberapa upaya sudah kami lakukan, sehingga kami menunggu hasil penilaianya, berharap bisa juara pertama, tapi kalo tidak juara dua tak apa-apa," katanya.

Program lainnya pembuatan kompos dari sampah di sekolah. Program tersebut hingga kini masih berjalan. Kompos hasil pengolahan sampah kemudian digunakan untuk menghijaukan tanaman di sekitar sekolah. “Ada lubang biopori yang kami buat untuk penyerapan air,” ujarnya.

Adapula program daur ulang barang bekas yang tidak bisa dijadikan kompos. “Kami berharap bisa dapat sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional. Karena semua indikator yang dinilai bisa kami penuhi,” katanya.

Dengan adanya program Adiwiyata akan mendorong warga Sekolah menjadi peduli khususnya peserta didik menjadi peduli dan berbudaya lingkungan, sekaligus mendukung dan mewujudkan sumberdaya manusia yang memiliki karakter bangsa terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan yang berkesinambungan. (Joko Supriyanto)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved