Ombudsman Usut Polres Jakarta Barat Terima Gratifikasi

Ombudsman menurunkan tim untuk mengusut penetapan tersangka seorang pegawai yang diduga menggelapkan uang.

Ombudsman Usut Polres Jakarta Barat Terima Gratifikasi
Tribunnews.com
Prof Adrianus Meliala PhD 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Komisioner Ombudsman, Adrianus Meliala, mengatakan, Ombudsman menurunkan tim untuk mengusut penetapan tersangka seorang pegawai yang diduga menggelapkan uang.

Pada kasus itu polisi melakukan beberapa prosedur aneh. Pertama, tersangka diringkus tanpa ada penyidikan lebih dulu.

Kedua, pelaku baru ditetapkan sebagai tersangka setelah ditahan 3 hari di Polres Jakarta Barat.

Ketiga, surat perintah penangkapan baru dibuat penyidik tiga hari setelah pelaku diringkus.

Keempat, walau kasusnya terjadi tahun 2015 dan sudah ditetapkan sebagai tersangka di tahun yang sama, sampai 19 Oktober 2015 ini, kasusnya belum disidangkan.

Bahkan kini tersangkanya masih ditahan di Rutan Salemba.

"Jadi ini penangkapannya seperti hanya berdasarkan permintaan dari pelapor saja. Tak dilanjutkan dengan penyelidikan lebih lanjut," kata Adrianus ketika dihubungi Wartakotalive.com, Rabu (19/10/2016).

Adrianus menduga dalam kasus ini polisi bertindak seperti centeng. Hanya disuruh oleh pelapornya saja.

"Makanya bisa jadi ada gratifikasi pula dalam kasus ini," ucap Adrianus. Apalagi penyidik dalam kasus ini sudah mengenal pelapornya sejak lama.

Saat ini pihaknya tengah melakukan beberapa langkah penyelidikan. Antara lain mengirim tim ke Rutan Salemba untuk mewawancara tersangka.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved