Kisah Rio Si Dosen Pangkalan Ojek Berkata-kata Lucu

Pada papan yang berwarna hitam tertulis kalimat "Gue ga ngiler tahta, harta, dan wanita tapi gue ngiler kalo tidur miring".

Editor: Andy Pribadi
Alija Berlian Fani
Papan bernama Kubilan (Kuliah Pinggir Jalan) yang berisi tulisan kalimat lucu,"Gue ga ngiler tahta, harta, dan wanita tapi gue ngiler kalo tidur miring". 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, SETIABUDI -- Rio Dwiwarso (48) merupakan sosok di balik pangkalan ojek yang menjadi viral di media sosial karena memiliki kata-kata lucu dan nyeleneh di Jalan Karbela Timur, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Pangkalan ojek yang bernama "Ojek Plus" ini, memiliki sebuah papan bertulisan kata-kata unik sehingga membuat orang yang melintas menjadi senyum-senyum sendiri apabila membacanya.

Berdasarkan pantauan wartakotalive.com Rabu (19/10), pada papan yang berwarna hitam tertulis kalimat "Gue ga ngiler tahta, harta, dan wanita tapi gue ngiler kalo tidur miring".

Saat dikonfirmasi, Rio menjelaskan untuk tulisannya hari ini terinsprasi saat melihat temannya yang juga tukang ojek sedang tertidur pulas sambil miring dan ngiler di bawah pohon.

"Mau nulis apa di situ ya sedapetnya aja, kaya liat temen lagi tidur langsung kepikiran. Kadang dapet malem kita catet di hape biar ngga lupa paginya. Pokoknya yang ada di ati aja," ujar pria yang biasa di panggil teman-temannya Dosen.

Meski berpendidikan sampai tamat SMA, Rio ingin memberi inspirasi atau pelajaran hidup bagi setiap orang dengan membaca kata-katanya di papan yang bernama Kubilan (Kuliah Pinggir Jalan).

"Kampusnya di pinggir jalan tanpa gedung dan tanpa gaji, mengajarnya hanya untuk kepuasan hati, mahasiswanya dari berbagai kalangan tapi banyak dari mereka yang ngga kenal dosennya," ujarnya sambil tertawa.

Mengenai awal kisah tulisannya, bapak dua anak ini menceritakan sudah mulai menulis berbagai tulisan tersebut sejak tahun 2010 berawal dari papan ucapan duka cita.

"Waktu itu ada yang meninggal, papan karangan bunga udah ngga kepake saya balik terus ditulis. Awalnya nulis pake areng," ungkap Rio yang setiap dua bulan sekali pulang ke Magetan, Jawa Timur untuk menemui istrinya.

Papan pun telah di ganti hingga lima kali lantaran rusak karena faktor cuacah dan semacamnya. Metode penulisan juga sudah mengunakan kapur, tidak mengunakan areng lagi.

"Papan mah sedapetnya aja dari sisa proyek atau apa, yang sekarang bekas menu cafe. Anak-anak kos pada modalin kapur, katanya biar kebaca," jelasnya.

Di pangkalan ojek terdapat warung minuman dan warung makan bernama wakwaw, lokasinya terbilang sejuk karena di kelilingin pohon-pohon.

Orang-orang yang melintas sering kali berhenti sejenak untuk mengambil gambar dan ada juga yang menolehkan kepalanya sambil tersenyum ke arah papan Kubilan.

"Tiap pagi sekitar jam tujuh jam delapan kita ganti tulisannya, hari Jumat Kubilan diganti jadi Buletin Jumat. Kalo saya lagi pulang kampung tulisannya Dosen Libur," katanya sambil bercanda dengan pengojek lainnya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved