Ahok: UMP Jakarta Rp 3,2 Juta sampai R, 3,4 Juta

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatkan UMP Jakarta berkisar Rp 3,2 juta sampai Rp 3,4 juta.

Ahok: UMP Jakarta Rp 3,2 Juta sampai R, 3,4 Juta
flickr.com
Ilustrasi upah. 

WARTA KOTA, PALMERAH-- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memprediksi ada sedikit peningkatan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2017, yaitu menjadi  Rp 3,2 juta-Rp 3,4 juta. Padahal, para buruh meminta UMP DKI sebesar Rp 3,8 juta.

"(UMP) naik sedikit saja. Saya enggak tahu, mungkin Rp 3,2 juta atau Rp 3,4 juta," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/10).

Ahok memastikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tentang Pengupahan dalam menentukan nilai UMP.

Penentuan UMP menggunakan perhitungan yang mempertimbangkan kebutuhan hidup layak (KHL) tahun ini, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. "Jadilah UMP tahun depan, kan di PP-nya begitu, bukan survei KHL," kata Basuki.

Dewan Pengupahan sudah menyelenggarakan rapat pembahasan penentuan UMP DKI 2017. Dewan Pengupahan terdiri dari pemerintah, pengusaha, dan buruh. Anggota Dewan Pengupahan dari unsur buruh mengusulkan UMP DKI 2017 naik menjadi Rp 3,8 juta. Acuannya adalah survei KHL yang mereka lakukan di tujuh pasar tradisional.

Sementara unsur pengusaha menginginkan agar UMP DKI 2017 sebesar RP 3,3 juta dengan mengacu pada PP No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Sidang Dead Lock

Sidang Dewan Pengupahan DKI Jakarta hari ini dimulai jam 10.30 sampai dengan jam 18.00 berlangsung alot dan belum menemui titik temu besaran angka UMP tahun 2017 untuk direkomendasikan kepada Gubernur DKI Jakarta.

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan dari unsur pengusaha menyampaikan bahwa turunan dari UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan khususnya pasal 97 yang menyebutkan bahwa ketentuan mengenai penghasilan yang layak,kebijakan pengupahan,kebutuhan hidup layak dan perlindungan pengupahan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Penulis:
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved