Jembatan Penyeberangan Orang

Melihat dari Dekat Kehidupan di JPO DKI Jakarta

Kalau saya malah tidak keberatan sih, soalnya kalau ada yang jualan malah gak sepi dan gak serem.

Melihat dari Dekat Kehidupan di JPO DKI Jakarta
Nurfitri Aprilia
Salah satu kehidupun di Jembatan Penyeberangan Orang

WARTA KOTA, JAKARTA - Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) sering kali digunakan sebagai salah satu tempat mencari nafkah bagi sebagian pedagang-pedagang kaki lima yang tidak memiliki lapak. Selain karena lokasinya yang strategis juga karena JPO di Jakarta khususnya dibuat rapih dengan atap dan pembatas yang tertutup dibagian kanan dan kirinya.

Namun, hal yang sama tidak lagi berlaku bagi JPO yang ada di kawasan Blok M dan Sudirman, berdasarkan pantauan Tim Warta Kota pada Sabtu (15/10), sepanjang jalan Jenderal Sudirman sampai ke Pancoran hanya ada satu JPO yang masih diduduki oleh pedagang kaki lima sebagai lapaknya berjualan.

Ialah Andi (25) pria asal Bogor ini mengaku tidak memiliki tempat lain untuk menjajakan barang dagangannya. “ya kalau enggak di sini saya gak tau harus jualan dimana lagi kan mba, kalo di sini kan enak saya ramai juga yang beli, selain itu nyaman tempatnya,” ujar pria yang mengaku baru 2 bulan berjualan di JPO Gatot Subroto ini.

Andi juga menerangkan kalau sering kali dihimbau untuk tidak berjualan di JPO tersebut, bahkan kadang pria muda ini sering didatangi oleh satpam Busway yang bertugas agar mengemas dagangannya dan pindah.

Meski begitu, Andi tetap mengaku bertahan di JPO Gatot Subroto karena menurutnya barang dagangannya yang berupa kripik, buah dan air minum bisa laku keras di tempat tersebut.

“kalau di sini barang dagangan saya sehari bisa dapet untung Rp 120.000 s/d 150.000, meski kadang kalo sepi juga nombok sih tapi ya lebih banyak untungnya, karena kan biasa orang pulang pergi kerja lewat JPO pada haus dan lapar jadi ya ada aja terus yang beli kan,” terang pria asal bogor tersebut

Hanya Andi pedagang kaki lima yang menduduki JPO Gatot Subroto ini, tidak ada pedagang kaki lima lainnya. Yang ada hanya penyebrang jalan dan penumpang busway yang lalu lalang di koridor penyebrangan yang cukup panjang dan teduh itu.

Namun menurut pedagang kaki lima yang masih setia dengan lapaknya ini, pada hari-hari kerja akan ada pedagang kaki lima lainnya yang berjualan di JPO ini, “kalau senin, selasa dan hari kerja tuh banyak kok yang jualan kalau sekarang kan libur mba yang kerja makanya pedagang juga pada gak kesini,” tutur Andi.

Meski masih ada yang berjualan di JPO Gatot Suroto ini, namun kebersihan dapat dilihat terurus dengan baik, sepanjang koridor JPO tidak ada sampah dan coret-coretan pada pembatas maupun lantai besi yang ada.

Saat dikonfirmasi kepada penyebrang jalan yang lewat, Fita (23) menuturkan tidak keberatan dan risih dengan pedagang yang membuka lapaknya di JPO tersebut. Karena menurutnya, dengan adanya pedagang tersebut JPO jadi tidak sepi dan seram.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved