Suara Warga

Pengalaman Mengecewakan dengan Uber Motor

Dia ngedumel karena menurut dia tujuan saya jauh. Sampai di daerah Mangga Dua, motor dia belokkan ke Pademangan, melewati pasar.

Pengalaman Mengecewakan dengan Uber Motor
Kompas.com
Driver Uber Motor. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pada hari Senin 10 Oktober 2016, pukul 19.30, saya pulang dari kantor saya di daerah Jalan Hayam Wuruk menggunakan jasa Uber Motor.

Saya menggunakan promo code, dengan penggendara bernama Anggi, dengan tujuan Tanjung Priok.

Ketika saya menunggu saudara Anggi, saya melihat seorang pengendara Uber, yang saya kira Anggi. Saya bertanya baik-baik, tapi dia menjawab ketus.

Dia bilang bukan Anggi, sambil menunjuk pengendara Gojek. Dia bilang, “Itu tuh ojek lu.” Saya bilang, kalau saya naik Gojek, ga mungkin saya tegur Mas, karena Mas pakai jaket Uber.

Lalu Anggi datang. Dia ngedumel karena menurut dia tujuan saya jauh. Sampai di daerah Mangga Dua, motor dia belokkan ke Pademangan, melewati pasar.

Otomatis argo terus naik karena padatnya jalan, terus kami keluar di jalan raya. Saya sudah feeling ga enak, karena kami ga bisa langsung ke Tanjung Priok.

Kami harus mutar dulu karena tidak ada putaran, dia membawa saya sampai Pasar Ikan, baru putar balik di sana. Lalu saya marahi dia, “Ini bukan jalan ke Priok. Ini jalan ke Kota. Dia cuma tertawa dan bilang, “Oh iya ya.”

Lalu saya minta berhenti tepat di depan Ancol. Saya bilang, “Jangan mentang-mentang gratis, kamu mau bikin saya nyasar, dan saya harus bayar mahal sama kamu. Saya lahir di Jakarta, bukan pendatang. Saya juga tahu, kamu itu ngejar argo.”

Lalu tanpa sepatah kata pun, dia pergi dengan ngebut.

Buat Uber, tolong tanggung jawabnya, jangan asal kejar untung, lalu attitude pengemudi dilupakan.

Dede Muliadi,
081293779xxx

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved