Minggu, 19 April 2026

Kopi Beracun

Pakar: Ada Kesempatan Koreksi Vonis Keliru Dalam Kasus Jessica

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menyampaikan analisa terkait kasus Jessica Kumala Wongso.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Suprapto
Tribunnews.com
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menyebutkan, dalam sebuah studi di Amerika Serikat, ketika ada keraguan dalam mengadili terdakwa kasus pembunuhan, maka hukuman penjara seumur hidup bagi terdakwa dipilih ketimbang hukuman mati.

"Alhasil, ini beralasan untuk berpikir bahwa hukuman selain hukuman mati bagi capital murderer, memang indikasi keragu-raguan," kata Reza kepada Warta Kota, Rabu (12/10/2016) malam.

Ikuti perkembangan KOPI BERACUN

‪Alasannya, kata dia, ketika terdakwa dijatuhi selain hukuman mati, maka terbuka peluang bagi yang bersangkutan untuk menjalani koreksi atas vonis keliru atau exoneration, yang terlanjur dijatuhkan kepadanya.‬

‪"Lalu apa faktor dominan dikenakannya exoneration atau koreksi atas vonis keliru, dalam kasus-kasus pembunuhan? Jawabnya karena tidak profesionalnya kerja polisi, dakwaan yang dipaksakan, dan bukti-bukti forensik yang lemah," kata Reza.

Menurutnya, semua faktor itu tampak di situasi persidangan Jessica.

"Ini mirip dengan situasi persidangan Jessica," kata dia.

Karenanya, kata Reza, jika memang nanti Jessica divonis diluar hukuman mati oleh majelis Hakim, maka Jessica masih memiliki kesempatan exoneration, atau koreksi atas vonis yang keliru, jika ia benar-benar bukan pembunuh Mirna Salihin dengan kopi bersianida.

UPDATE GOSIP ARTIS:   SELEB WARTA KOTA

LIKE FANPAGE FACEBOOK: wartakotalive

FOLLOW TWITTER : @wartakotalive

FOLLOW INSTAGRAM : @wartakotalive

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved