Kopi Beracun

Ini Catatan Harian Lengkap Jessica Kumala Wongso yang sampai ke Tangan Wartawan

Jessica Kumala Wongso, terdakwa pembunuhan Wayan Mirna Salihin menyampaikan pledoi yang diambil dari catatan hariannya.

Editor: Suprapto
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Suasana sidang dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Jessica Kumala Wongso, terdakwa pembunuhan Wayan Mirna Salihin membacakan nota pembelaan (Pledoi) pada sidang ke 28 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2016).

Jessica menulis sendiri pledoi tersebut dalam buku hariannya. Menurut kuasa hukumnya Yudi Wibowo pledoi tersebut kemudian diketik ulang untuk dilampirkan ke pengadilan.

"Karena untuk bukti pengadilan, harus diketik, maka tim kuasa hukum mengetik pledoinya Jessica. Namun yang dibacakan adalah yang tulis tangan Jessica," ujar Yudi kepada Tribunnews, grup Wartakotalive.com, usai persidangan.

Jessica tak kuasa menhaan air mata saat membacakan nota pembelaan di depan Majelis hakim pimpinan Kisworo tersebut.

Sesekali ia menyapu mukanya saat membacakan nota pembelaan atas dakwaan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin tersebut.

Menurut Jaksa Penuntut Umum Ardito Muwardi, nota pembelaan Jessica berisi tentang curahan hati.

"Itu kalau saya lihat pleidoinya Jessica bagian curhatnya Jessica seperti itu," ujar Ardito.

Ia mengatakan nota pembelaan Jessica tersebut tidak akan mempengaruhi tuntutan yang telah dilayangkan kejaksaan di dalam persidangan.

Oleh Jaksa, Jessica dijerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Jessica dituntut hukuman 20 tahun penjara.

"Itu tidak akan mempengaruhi tuntutan kita, kalau majelis hakim, kita serahkan sepenuhnya kepada hakim," ujarnya.

Adapun nota pembelaan yang ditulis dan dibacakan Jessica di depan majelis hakim, yakni:

"Saya ada di sini karena saya dituduh meracuni teman saya Mirna. Saya tidak menyangka kalau pertemuan di tanggal 6 Januari tersebut adalah saat terakhir saya bertemu Mirna, apalagi saya dituduh membunuhnya. Namun saya sadar kalau tidak ada yang luput dari kehendak Tuhan yang Maha Esa. Dan selama ini saya diberikan kekuatan yang sangat luar biasa untuk menghadapi cobaan ini.

Mirna adalah teman yang baik, karena Mirna memiliki sifat yang ramah, baik hati dan jujur dengan teman-temannya. Selain itu dia juga sangat humoris, kreatif, dan pandai. Walau kita jarang bertemu karena tinggal di negara yang berbeda tetap sangat mudah untuk menghabiskan waktu berjam-jam bercanda dan mengobrol pada saat bertemu.

Tidak pernah terlintas di pikiran saya bahwa Mirna datang dari keluarga yang siap menekan dan mengintimidasi siapapun yang mereka percaya telah berbuat hal yang buruk walau tanpa penjelasan yang pasti. Itu membuat saya berpikir apakah mereka menjadi jahat karena kehilangan Mirna.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved