Breaking News:

Hutang Uang Sewa Lahan, Sejumlah Pabrik Ikan di Muara Baru Terancam Dibongkar

Perusahaan yang belum membayar uang sewa lahan, terancam pabrik ikan tersebut akan langsung dilakukan pembongkaran oleh pihak terkait.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Adanya kebijakan dari Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) terkait menaikkan uang sewa lahan, membuat sejumlah pengusaha ikan laut yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Perikanan Muara Baru (P3MB), Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin), Himpunan Nelayan Purse Sein Nusantara (HNPN), karyawan pabrik, dan nelayan, serta para pedagang ikan di Kawasan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, melakukan aksi mogok kerja pada Senin (10/10).

Baca: Stop Operasional Pabrik Ikan di Pelabuhan Muara Baru Berlangsung Satu Bulan Lebih

Ketua P3MB, Tachmid Widiasto Pusoro, bagi perusahaan belum membayar uang sewa lahan, terancam pabrik ikan tersebut akan langsung dilakukan pembongkaran oleh pihak terkait.

"Perum Perindo itu menaikkan tarif sewa lahan dari Rp 236 juta per-hektarenya pertahun jadi Rp 1,5 miliar per hektare per tahunnya. Tarif itu kini berlaku mulai 1 September 2016. Sejumlah perusahaan yang ingin memperpanjang kontrak lahan, setidaknya harus melunasi pembayaran paling lambat pada 30 Oktober 2016. Apabila perusahaan itu tidak membayar, Perum Perindo meminta agar perusahaan tersebut membongkar atau memindahkan pabriknya ke tempat lain," ungkap Tachmid.

Baca: Aksi Mogok Bikin Rugi Sentra Perikanan di Pelabuhan Muara Baru

Sebanyak 20 pelaku usaha, jelas Tachmid harus meninggalkan Pelabuhan Muara Baru, lantaran sudah mendapatkan surat himbauan berisikan pengosongan lahan.

Padahal, lanjut Tacmid, sebagian pelaku usaha sudah mendapatkan izin untuk memperpanjang izin usaha.

"Tanpa alasan yang jelas pembayaran tersebut langsung dikembalikan ke pihak perusahaan yang bersangkutan. Pihak Perum Perindo tidak pernah tidak pernah memberikan alasan kenapa hal itu dilakukan. Mereka tidak transparan, dan mereka katakan dengan tegas, jika pabrik harus dikosongkan. Sama sekali tanpa alasan jelas," kata Tachmid. (BAS)

Baca: Hari Ini Pasokan Ikan Terganggu

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved