Breaking News:

Nelayan Mogok

Beginilah Dampak Mogok Kerja di Kawasan Muara Baru

Mogok kerja akibat adanya kenaikan uang sewa lahan, membuat suasana di Kawasan Perikanan Muara Baru kini tak jauh berbeda seperti kota mati.

Penulis: | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Istimewa
Suasana sentra perikanan kawasan Muara Baru sehari sebelum mogok kerja terjadi, Minggu (9/10). 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Sejumlah pengusaha ikan laut yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Muara Baru (P3MB), Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN) dan Himpunan Nelayan Purse Sein Nusantara (HNPN), pedagang ikan, karyawan, hingga ribuan nelayan ikan di Kawasan Muara Baru hingga Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, melakukan aksi mogok kerja, pada Senin (10/10).

Mogok kerja akibat adanya kenaikan uang sewa lahan, membuat suasana di Kawasan Perikanan Muara Baru kini tak jauh berbeda seperti kota mati.

Pantauan Warta Kota, seluruh sentra perikanan baik itu di pabrik dan tempat pelelangan ikan di kawasan Muara Baru, sepi.

Baca: Hari Ini Pasokan Ikan Terganggu

Tak ada kegiatan berdagang yang dilakukan sejumlah pedagang ikan di tempat pelelangan ikan.

Mereka nampak santai menyeruput kopi, berbincang dengan pedagang lainnya, bahkan ada yang tertidur pulas di sebuah lapak di tempat pelelangan ikan.

Tak hanya itu saja, tak terlihat sejumlah nelayan yang melaut mencari ikan.

Kapal-kapal nelayan justru tengah bertengger di dermaga-dermaga Kawasan Perikanan Muara Baru.

Sementara itu, terlihat sejumlah pabrik-pabrik ikan tertutup, dan tak ada karyawan satu pun bekerja sejak pagi hari tadi.

Sebuah spanduk nampak terpajang di depan pintu pagar setiap pabrik yang ada di Kawasan Pelabuhan Muara Baru.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved