Breaking News:

Sepanjang 2016, Sudah 1.572 Warga Depok Terserang DBD

Sepanjang tahun 2016 ini tercatat ada 1.572 warga Depok yang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegipty.

Kompas.com
Nyamuk DBD. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sepanjang tahun 2016 ini tercatat ada 1.572 warga Depok yang terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegipty.

Diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat, karena bulan Oktober sampai akhir tahun 2016 ini, akan memasuki musim penghujan dimana di masa inilah biasanya penyebaran DBD terjadi di Depok.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PPL) Dinkes Kota Depok, Rani Martina, mengimbau seluruh masyarakat Depok mewaspadai penyebaran DBD dan melakukan sejumlah langkah untuk mencegah terjadinya serangan DBD, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pemberantasan sarang nyamuk (PSN) rutin dengan menerapkan 3 M (menguras, menutup, mengubur).

Sebab kata Rani, Kota Depok termasuk wilayah endemis DBD yang jumlah kasusnya cukup tinggi setiap tahunnya dan bahkan terus meningkat.

"Jumlah penderita DBD di Kota Depok pada tahun 2014 sempat turun dengan 970 kasus namun meningkat tahun 2015 dengan 1700 kasus. Untuk 2016 ini hingga September, jumlah kasus DBD sudah menyerang 1.572 jiwa di Depok. Karenanya di musim penghujan ini masyarakat Depok harus mewaspadai penyakit ini," katanya.

Sebab kata dia biasanya sejak masuk musim penghujan yakni bulan Oktober hingga akhir tahun, jumlah penderita DBD di Depok akan terus bertambah.
"Kita bersama-sama harus berupaya untuk melakukan pencegahan, dan antisipasi dalam menanggapi penderita DBD," katanya.

Karenanya kata Rani pihaknya rutin melakukan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat di 11 Kecamatan di Depok.

Seperti yang dilakukan pihaknya di Aula lantai 10 Gedung Dibaleka II, Rabu (5/10) lalu dimana memberikan pemaparan pencegahan DBD ke perwakilan warga masyarakat.

"Karena Depok adalah wilayah endemis DBD, maka pada tiga tahun terakhir ini warga harus lebih peduli terhadap pencegahan DBD hingga cara menanggulangi penderita DBD," katanya.

Dengan sosialisasi kata Rani diharapkan tingkat kewaspadaan masyarakat dalam melakukan pencegahan DBD mampu bertambah dan penderita DBD di Kota Depok berkurang kedepannya.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved