Pemilukada DKI Jakarta

Nachrowi Tak Persoalkan Djan Faridz Malah Dukung Ahok-Djarot

Nachrowi Ramli mengatakan, kubu PPP yang disahkan hukum ialah pimpinan Romahurmuziy. Namun jika kubu Djan Faridz ingin bergabung, membuka lebar.

Nachrowi Tak Persoalkan Djan Faridz Malah Dukung Ahok-Djarot
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
AHY 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Ketua kampanye pasangan Agus-Sylvi, Nachrowi Ramli mengatakan, kubu PPP yang disahkan hukum ialah pimpinan Romahurmuziy. Namun jika kubu pimpinan PPP Djan Faridz ingin bergabung, Nachrowi membuka lebar pintu masuk.

Terkait deklarasi dukungan PPP pimpinan Djan Faridz kepada calon petahana Ahok, Nachrowi tak persoalkan perkara tersebut.

"Kita kan ngikutin aturan hukum, ketika kita daftarin ke KPUD kan yang diakui pak Romi, ya kita ikut itu. Tapi kalau dari kubu djan farid  mau gabung ahlan wasalan, terima dengan tangan terbuka," kata Nachrowi, di Is Plaza, Matraman, Jakarta Timur, Jumat (7/10/2016).

Menurut Nachrowi, permasalahan untuk hak memilih merupakan hak masing-masing individu dan tidak dapat diikat oleh apapun.

"Kita bicarakan dengan haji Lulung, kita bicarakan dengan teman PPP yang di lapangan mari bareng, kalau memang hatinya sama mari bareng," jelas Nachrowi

"Ini bukan lagi Partai sebab kan kita milih paslon bukan milih partai. Urusan PPP silahkan selesaikan PPP, tapi kita tadi ada jalur hukum, ada keputusan hukum yang kita hormati," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dipimpin Djan Faridz ingin mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

"DPP PPP menyatakan sikap mempertimbangkan untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat," kata Djan Faridz dalam jumpa pers di Kantor DPP PPP, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2016).

Jumpa pers dihadiri Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Ongen Sangadji. Namun, perwakilan partai pendukung Ahok-Djarot lainnya, yakni PDI-P, Golkar dan Nasdem tidak terlihat hadir.

Djan menambahkan, keputusan ini diambil berdasarkan rapat pleno DPP PPP tanggal 4 Oktober 2016. Keputusan ini juga sesuai Silaturahmi Nasional PPP digelar 6 Oktober 2016.

Djan menegaskan, meski merupakan partai Islam, PPP tidak menentukan dukungan berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). PPP melihat dari kerja nyata Ahok-Djarot selama ini. (M12)

Faizal Rapsanjani

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved