Anak-Anak Disabilitas di Gang Sempit

Di kawasan Tambora, Jakarta Barat yang padat dan kumuh, masih banyak anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian lebih dari kita.

Anak-Anak Disabilitas di Gang Sempit
Dendi bersama ayah dan ibunya. 

WARTA KOTA, TAMBORA-"Saya tak mau kalau anak saya dibawa ke panti sosial. Saya sayang anak saya walau kondisinya begini (cacat)," kata Iis Nawati (37) di rumahnya yang sempit, pengap, dan gelap di Jalan krendang Timur, RT 11/1, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis (6/10/2016) siang.

Lurah Krendang, Andre Ravnic, pun mengurungkan niatnya. Tadinya dia mau membujuk Iis untuk menyerahkan anak itu ke dinas sosial. Tapi lantaran Iis tak mau, Andre pun tak membujuk lagi. Ia lalu berjanji akan memberikan kursi roda dan alat penopang untuk anak Iis.

Ini kali kedua Andre membujuk warga kurang mampu untuk menyerahkan anaknya yang disabilitas ke panti sosial. Ada banyak keluarga tak mampu yang kesulitan merawat anak mereka yang disabilitas di gang-gang sempit di Kelurahan Krendang. Mereka perlu dibantu.

Pekan lalu, seorang ayah yang bekerja serabutan memilih menyerahkan anak perempuannya, Aliya (5) untuk dirawat di panti sosial, setelah dibujuk Andre.

Maksudnya baik, agar keluarga tak terbeban dan anak disabilitas itu mendapat perawatan terbaik. Tapi semuanya terserah keluarga apakah mau atau tidak.

"Kami hanya ingin membantu saja," kata Andre kepada Wartakotalive.com di ruang kerjanya, Kamis (6/10/2016), siang tadi.

Rumah Iis Nawati berada di tengah gang sempit. Bentuknya lusuh dan terjepit di antara bangunan lain. Tak ada jendela atau cahaya masuk ke rumah itu. Saat lampu mati, semuanya jadi gelap.

Di rumah itu, Iis tinggal bersama suaminya, Nahrowi (47) dan lima anak mereka. Berdesakan. Sesak bersama barang-barang yang membuat rumah jadi sempit.

Salah satu anaknya, Muhammad Dendi Syahwalian (11), menyandang disabilitas. Sarafnya terganggu. Sehingga tubuh dan mentalnya tak berkembang sempurna.

Dendi ini anak kembar. Kakaknya tumbuh sempurna dan sudah duduk di kelas V sekolah dasar (SD). Siang tadi sang kakak baru pulang sekolah dan menciumi Dendi sambil mengelus kepalanya.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved